top of page

Melihat Lebih Dekat Lukisan Kehidupan Margaret Keane

Biopik pelukis kontroversial yang dikemas dengan “lukisan” realita sosial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Drama biopik "Big Eyes" yang mengungkit kisah kontroversial pelukis perempuan Margaret Keane (The Weinstein Company)

27 Agu 2021
7 menit membaca

Diperbarui: 15 Sep

MARGARET (Amy Adams) akhirnya mengambil keputusan berat dalam hidupnya pada suatu hari itu di tahun 1958. Sejumlah lukisan di dinding rumahnya ia copoti. Setelah koper-koper pakaian dan peralatan lukisnya selesai dikemas, ia nyalakan mesin mobil. Tancap gas. Ia tak mau lagi menengok ke belakang, ke rumahnya di California Utara. Perceraian dengan suaminya, Frank Ulbrich, menjadi pil pahit yang tak perlu dimasukkan dalam “laci” ingatannya.


Margaret membawa Jane kecil (diperankan Delaney Raye) untuk memulai kehidupan baru di San Francisco. Berbekal bakat melukis, Margaret lalu melamar pekerjaan sebagai ilustrator di sebuah pabrik furnitur. Ia juga mendapat kenalan baru, Walter Keane (Christoph Waltz), seorang makelar properti yang mengaku jadi pelukis amatir.


Walter terkesan dengan hasil karya Margaret berupa karakter-karakter anak kecil dengan ekspresi buram. Yang menjadikan lukisan cat akrilik di atas kanvas itu unik adalah semua karakter punya proporsi mata besar. Kebanyakan lukisan anak kecil itu menggunakan Jane sebagai modelnya, yang dikreasikan menjadi anak perempuan atau bahkan bocah laki-laki.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
transparant.png
bottom of page