top of page

Mengenal Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyah

HR Rasuna Said turut berguru pada Rahmah El Yunusiyah. Universitas Al-Azhar di Kairo terinspirasi membuka kampus khusus perempuan darinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan potret Rahmah El Yunusiyah (sumbarprov.go.id)

11 Nov 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 6 Mar

SUMATRA Barat kembali mendapat kehormatan tahun ini. Dari 10 tokoh yang dianugerahi pahlawan nasional usai upacara Hari Pahlawan pada Senin (10/11/2025), satu di antaranya adalah Hj. Rahmah El Yunusiyah, tokoh pelopor pendidikan Islam untuk kaum perempuan.


Pada upacara penganugerahan pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025), 10 tokoh dianugerahi pahlawan nasional melalui Keppres No. 116/TK Tahun 2025. Selain Rahmah El Yunusiyah dari Provinsi Sumatra Barat, sembilan figur lainnya adalah KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Jawa Timur), Jenderal H.M. Soeharto (Jawa Tengah), Marsinah (Jawa Timur), Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat), Jenderal (Purn.) Sarwo Edhi Wibowo (Jawa Tengah), Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat), Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur), Tuan Rondahaim Saragih (Sumatra Utara), dan Zainal Abidin Syah (Maluku Utara).


Nama Hj. Rahmah El Yunusiyah sudah diusulkan pemerintah Provinsi Sumatra Barat sejak 2023. Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan anugerah pahlawan nasionalnya secara langsung kepada ahli warisnya. Sebagai ulama dan pejuang kemerdekaan, Rahmah diangerahi pahlawan nasional bidang perjuangan pendidikan Islam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page