top of page

Mengenang Pak Tuba

Penyintas tragedi 1965 ini aktif memperjuangkan haknya direhabilitasi. Hingga akhir hayatnya, harapan itu tak kunjung tergenapi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tuba bin Abdurahim, penyintas tragedi 1965 dalam "Aksi Kamisan" di depan Istana Negara, Jakarta. (Fernando Randy/Historia.ID).

  • 24 Feb 2025
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

KABAR duka itu datang lebih dua pekan lalu, tepatnya 6 Februari 2025: Pak Tuba meninggal dunia. Tuba bin Abudurahim adalah seorang penyintas tragedi 1965. Ia menjadi buron tentara lantaran berada di Lubang Buaya –tempat dieksekusi sejumlah jenderal Angkatan Darat dalam Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965– sebagai anggota Pemuda Rakyat. Akibatnya, Pak Tuba harus menghabiskan masa mudanya selama 14 tahun dari penjara ke penjara. Mulai dari Penjara Salemba di Jakarta hingga Pulau Buru di Kepulauan Maluku.


“Saya jadi buron karena berada di ring-1 Lubang Buaya dan bersenjata. Padahal, saya hanya seorang sukarelawan yang pada waktu itu menjalankan tugas negara. Ini kan masalah politik. Saya tidak mengerti politik,” kata Pak Tuba saat diwawancarai Historia.ID.


Wafatnya Pak Tuba bertepatan dengan perayaan 100 tahun sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Pram dan Pak Tuba pernah sama-sama dibuang di Pulau Buru sebagai tahanan politik (tapol). Pram termasuk penghuni awal, sementara Tuba masuk ke Buru tiga tahun terakhir menjelang pemulangan seluruh tapol. Semasa hidupnya, Pak Tuba berkisah juga tentang pertautannya dengan Pram selama di Buru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
transparant.png
bottom of page