top of page

Buku Lagu Para Tapol

Tuba bin Abdul Rochim menyimpan buku berisi lagu-lagu yang dibuat para tahanan politik Orde Baru dari penjara ke penjara.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 12 Jan 2020
  • 3 menit membaca

Pada 1990, rumah Tuba bin Abdul Rochim, mantan tahanan politik (tapol) Orde Baru, di daerah Penjaringan, Jakarta Utara, kebakaran. Api melahap satu RW di gang sempit itu dan menghabiskan benda-benda di dalamnya. Namun, mantan anggota Pemuda Rakyat itu malah menyelamatkan sebuah buku bersampul ungu dan sebuah gitar. Bukan televisi, radio ataupun benda berharga lainnya.


"Saya hanya sempat bawa buku ini sama gitar. Gendong gitar sama bawa ini. Barang lainnya malah tidak dibawa," kenang Tuba kepada historia.id sambil memegang buku yang pinggirannya sudah kerepes itu.


Buku itu tampaknya bukan buku biasa. Buku yang kertasnya sudah kecokelatan dan rapuh itu merupakan harta paling berharga milik pria kelahiran 14 April 1944 itu. Buku itu berisi lagu-lagu yang dibuat oleh para tapol Orde Baru sejak dari RTC Tangerang, Nusakambangan, hingga Pulau Buru.



Salah satu lagu yang berkesan bagi Tuba berjudul Penebang Kayu. Lagu ini berkisah tentang para tapol yang dipekerjakan sebagai pencari kayu bakar ketika di penjara di RTC Tangerang pada 1966.


Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, Tuba dan 24 orang lainnya juga ditugasi untuk mencari kayu bakar. Mereka diperbolehkan mencari kayu bakar ke rumah-rumah penduduk karena dalam sehari mereka harus mengumpulkan 10 kubik kayu bakar.


Tuba bercerita, kala itu, di depan Pendopo Kabupaten Tangerang terdapat sebuah pohon sengon yang berdiri megah yang cabang-cabangnya melintang sampai menjorok ke jalan raya. Ia dan kawan-kawannya pun mulai beraksi untuk memangkas pohon tersebut.


Pekerjaan itu ternyata menjadi tontonan warga sekitar karena para tapol dengan gesit melompat dari cabang satu ke cabang yang lain seperti permainan sirkus.


"Ini merupakan tontonan gratis bagi masyarakat sekitar pendopo Tangerang. Juga tidak sedikit yang merasa simpatik kepada teman-teman kita yang sedang bekerja," ujar Tuba.


Pekerjaan mencari kayu bakar membuat para tapol dekat dengan masyarakat. Terlebih para tapol juga sering melakukan pekerjaan di luar seperti pijat dan totok refleksi.



"Sehingga mereka dengan ikhlas suka menyisihkan sedikit rejekinya untuk dibagikan kepada kita seperti makanan, minuman, rokok, dan juga uang. Hampir seluruh Kota Tangerang dan sekitarnya, Serpong, Balaraja, Cikupa, Tigaraksa, Gunung Sindur, mereka kenal dan tahu tentang tapol PKI," kata Tuba.


Berangkat dari kisah para penebang kayu itu, Michiel Karatem, rekan Tuba kemudian membuat lagu berjudul Penebang Kayu. Michiel Karatem merupakan mantan Pegawai Negeri Sipil di Jawatan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ditangkap pasca peristiwa 1965 karena dianggap anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).


Tuba mencatat puluhan lagu yang dibuat para tahanan politik ketika dipenjara. (Andri Setiawan/Historia).
Tuba mencatat puluhan lagu yang dibuat para tahanan politik ketika dipenjara. (Andri Setiawan/Historia).

Di RTC Tangerang, setiap akhir pekan minggu ketiga diadakan acara hiburan yang disaksikan oleh petugas penjara, termasuk keluarga. Acara biasanya diisi dengan pentas musik lagu-lagu keroncong. Pada suatu ketika, para tapol pun berinisiatif menyanyikan lagu Penebang Kayu. Namun, baru beberapa saat dinyanyikan, mereka dibubarkan.


"Karena katanya lagu-lagu ini menyinggung negara. Sedang berpentas, setop, jangan diteruskan," kata Tuba.



Pada 1973, Tuba dipindahkan ke penjara Salemba selama satu bulan. Bersama seribu lebih tapol, ia kemudian dipindahkan lagi kePulau Nusakambangan hingga akhirnya dibawa ke Pulau Buru pada November 1976.


Pekerjaan mencari kayu bakar berlanjut ketika Tuba dan tapol lainnya berada di Nusakambangan. Di pulau bagian selatan Jawa itu, para tapol harus mencari kayu bakar untuk menghidupkan mesin pembangkit listrik tenaga uap. Pekerjaan yang lebih berat dan membutuhkan banyak tenaga.


"Kalau di Nusakambangan itu kita ini listriknya. Cari sendiri kayu bahan bakar. Karena tenaga listriknya dengan menggunakan uap," kata Tuba.


Lagu Penebang Kayu dinyayikan ketika mereka bekerja untuk penyemangat. Selain lagu Penebang Kayu, Tuba mencatat puluhan lagu yang dibuat oleh para tapol, baik ketika di penjara Tangerang, Nusa Kambangan hingga Pulau Buru. Ia beli buku tulis di koperasi RTC Nusakambangan. Ia dapat uangnya dari pekerjaan membabat rumput di kebun karet.



Tuba masih menyimpan baik-baik buku lagu itu. Di dalam buku itu, Tuba juga menyimpan surat pembebasannya sebagai tapol. Baginya, buku itu adalah saksi bisu perjalanan hidupnya sebagai pelajaran bagi anak cucunya.


"Ini loh bapakmu dulu begini. Jangan sampai peristiwa itu terjadi lagi pada anak cucu kita. Sejarah yang kelam," kata Tuba.


Tuba kini tengah mencari teman untuk menyanyikan ulang lagu-lagu itu. Ia bercita-cita membentuk grup kwartet. Ia terinspirasi oleh paduan suara Dialita.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
bg-gray.jpg
Before Tarumanagara, there was a civilization called Buni. What is the story of Tarumanagara's origin?
Keluarga keturunan Italia ini keluarga tentara. Ada yang harum namanya, ada pula yang suram.
Keluarga keturunan Italia ini keluarga tentara. Ada yang harum namanya, ada pula yang suram.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
transparant.png
bottom of page