top of page

Buku Lagu Para Tapol

Tuba bin Abdul Rochim menyimpan buku berisi lagu-lagu yang dibuat para tahanan politik Orde Baru dari penjara ke penjara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tuba menunjukan buku berisi lagu-lagu yang dibuat oleh para tapol. (Andri Setiawan/Historia.ID).

  • 12 Jan 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 14 Apr

PADA 1990, rumah Tuba bin Abdul Rochim, mantan tahanan politik (tapol) Orde Baru, di daerah Penjaringan, Jakarta Utara, kebakaran. Api melahap satu RW di gang sempit itu dan menghabiskan benda-benda di dalamnya. Namun, mantan anggota Pemuda Rakyat itu malah menyelamatkan sebuah buku bersampul ungu dan sebuah gitar. Bukan televisi, radio ataupun benda berharga lainnya.


"Saya hanya sempat bawa buku ini sama gitar. Gendong gitar sama bawa ini. Barang lainnya malah tidak dibawa," kenang Tuba kepada Historia.ID sambil memegang buku yang pinggirannya sudah kerepes itu.


Buku itu tampaknya bukan buku biasa. Buku yang kertasnya sudah kecokelatan dan rapuh itu merupakan harta paling berharga milik pria kelahiran 14 April 1944 itu. Buku itu berisi lagu-lagu yang dibuat oleh para tapol Orde Baru sejak dari RTC Tangerang, Nusakambangan, hingga Pulau Buru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Meski terkena wabah, para ulama ini tetap berkarya. Mencatat pengalamannya selama menghadapi wabah.
Meski terkena wabah, para ulama ini tetap berkarya. Mencatat pengalamannya selama menghadapi wabah.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
transparant.png
bottom of page