- 21 Des 2022
- 12 menit membaca
Diperbarui: 14 Apr
TIGA jemari kuku tangannya menghitam; kedua jempol dan jari manis sebelah kiri. Sementara jari tengah kiri melengkung ke atas. Kadangkala jempolnya mengeluarkan bau busuk. Semuanya akibat getokan palu tentara yang memeriksanya berpuluh tahun silam. “Baunya enggak karu-karuan. Sudah 47 tahun masih bau aja,” katanya. Ia menduga jari yang menghitam itu lantaran darah beku yang tidak keluar.
Bekas luka itu membawa ingatan Pak Tuba kembali pada peristiwa 1965. Ia diciduk lantaran tercatat sebagai anggota Pemuda Rakyat yang berada di Lubang Buaya saat terjadi Gerakan 30 September (G30S).
Sebagai tahanan politik (tapol), siksaan demi siksaan menderanya. Ia mendekam dari penjara ke penjara hingga dibuang ke Pulau Buru. Setelah bebas, ia tak lepas begitu saja dari rundungan sebagai mantan tahanan politik (tapol).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















