TOKOH-tokoh PRRI-Permesta di luar negeri segera pesan tiket pulang begitu mendengar rezim Sukarno berhasil dipreteli oleh Jenderal TNI Soeharto. Nama pakar ekonomi Sumitro Djojohadikusumo paling santer diberitakan menjelang kepulangannya ke Indonesia.
Kepulangan Sumitro begitu dinanti karena dia termasuk pentolan pemberontak yang masih tersisa pada paruh kedua 1960. Pada awal 1960, Sumitro melewatkan kesempatan amnesti dari pemerintah karena mensyaratkan sumpah setia pada Sukarno.
“Pada umumnya masyarakat ibu kota menyambut lega rencana kembalinya Sumitro, karena mereka melihat bahwa Sumitro sebagai ekonom kaliber internasional akan sangat banyak dapat membantu stabilisasi ekonomi kabinet sekarang,” demikian diwartakan mingguan Mahasiswa Indonesia, minggu ke III, Mei 1967.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















