top of page

Sumitro Cemburu pada Simatupang

Meski sama-sama memperjuangkan kedaulatan Indonesia dalam perundingan KMB, Sumitro tidak seberuntung Simatupang. Namun, kiprah Sumitro dalam pemerintahan jauh lebih panjang daripada Simatupang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sumitro Djojohadikusumi dan Tahi Bonar Simatupang. (Wikimedia Commons).

17 Okt 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Jan

SUMITRO Djojohadikusumo dan Kolonel Tahi Bonar Simatupang adalah dua anggota delegasi Indonesia paling muda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Dalam konferensi yang digelar pada akhir 1949 di Den Haag, Belanda itu, Sumitro berusia 32 tahun sedangkan Simatupang 29 tahun. KMB menjadi puncak dari perundingan-perundingan sebelumnya antara Belanda dan Indonesia sekaligus akhir dari sengketa antara kedua negara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page