top of page

Menteri Luar Negeri Belanda Keseleo Lidah

Salah menyebut nama pejabat tinggi Indonesia, Joseph Lunsh terkena "serangan balik yang mematikan".

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 2 Feb 2021
  • 2 menit membaca

Joseph Luns barangkali menjadi sosok yang paling dimusuhi publik Indonesia selama masa sengketa Irian Barat. Menteri Luar Negeri Belanda itu terkenal gigih mempertahankan Irian Barat di bawah kuasa kerajannya. Sejak menjabat tahun 1956, Luns dengan berbagai kebijakannya acapkali membuat panas hubungan Belanda dan Indonesia terkait Irian Barat.


Luns merupakan sosok penting di balik pengiriman kapal induk Belanda Karel Doorman ke perairan Irian Barat pada pertengahan 1960. Langkah itu dinilai sebagai aksi unjuk kekuatan Belanda. Untuk memuluskan ambisinya, Luns bermanuver dengan membawa persoalan Irian Barat ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1961.


Salah satu prakarsa Luns adalah kebijakan mendekolonisasi Irian Barat. Dalam pernyataannya, Luns menjanjikan komitmen Belanda sebesar 30 juta dolar pertahun untuk menyokong rakyat Irian Barat hingga mandiri. Langkah itu tentu ditentang pemerintah Indonesia yang menganggapnya sebagai penjajahan dalam wujud lain.


Presiden Sukarno ikut mengecam kebijakan Belanda. Dia bahkan sampai menyebut Luns sebagai seorang bajingan. Murka Sukarno tersebut dicatat oleh Howard Jones, duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia dalam suatu laporan.


“Luns, Luns, Luns. Dia bajingan!” umpat Sukarno sebagaimana dikutip Jones dalam Foreign Relations of the United States, 1961-1963, Volume XXIII.


Sekali waktu Luns pernah pula bikin perkara dengan Mr. Soedjarwo Tjondronegoro, duta besar Indonesia untuk PBB. Seperti dikisahkan oleh Sudiro – kawan sejawat Soedjarwo – dalam catatan memoarnya Pelangi Kehidupan, mereka bersitegang dalam salah satu Sidang Umum PBB. Apalagi yang diperdebatkan keduanya kalau bukan masalah Irian Barat.


Luns ternyata punya kapasitas daya ingat yang cetek. Pada waktu menyebut nama Soedjarwo, Luns berkali-kali keseleo lidah. Misalnya, saat Luns bertanya, “Is dat niet zo, (bukankah begitu) Mr. Soewardjo?” untuk menegaskan pernyatannnya. Terang bahwa sang menteri tanpa sengaja telah mengucapkan nama Soedjarwo secara terbalik.


Kealpaan Luns itu kemudian disambut Soedjarwo untuk “memukul balik”. Pukulan sekecil apapun tentu dapat sangat berpengaruh dalam medan laga diplomasi. Soedjarwo lantas menjawab, “Yes, Mr. Snul,” dengan nada agak sinis. Suatu ucapan yang cukup mengenai sasaran.


Rupanya Luns menyadari kesalahannya melafalkan nama lawan debatnya. Luns akhirnya minta maaf karena telah lebih dahulu keliru membalik nama Mr. Soedjarwo menjadi Mr. Soewardjo. Bila mengusut arti bahasanya, jawaban Soedjarwo cukup menohok. Setiap orang Belanda tentu tahu makna kata “snul" yang artinya menggerutu.


“Apalagi kalau ‘u’ nya diganti dengan ‘o’ – oleh orang Belanda dianggap sebagai julukan kotor,” ujar Sudiro. Kata snol berarti pelacur dalam bahasa Belanda.


Seperti kita ketahui bersama, sengketa Irian Barat dimenangkan oleh Indonesia lewat Perjanjian New York pada 15 Agustus 1962. Mr. Soedjarwo kemudian ditunjuk menjadi kepala perwakilan Indonesia dalam pemerintahan sementara PBB (UNTEA) di Irian Barat. Sementara itu, Luns tetap menjabat menteri luar negeri Belanda hingga 1971. Setelah itu, Luns menutup kiprahnya sebagai Sekretaris Jenderal NATO sampai 1984

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
transparant.png
bottom of page