top of page

Menyesapi Cerita-cerita Tersembunyi di Pameran Revolusi!

Pameran “Revolusi!” di Belanda menampilkan beragam benda personal dari pelaku masa pergolakan. Penasaran?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pameran "Revolusi: Indonesia Independent" yang menghadirkan aneka benda personal para pelaku revolusi kemerdekaan (Rijksmuseum)

  • 14 Mei 2022
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 4 Jul

GEDUNG megah berarsitektur perpaduan Gothic dan Renaissance dari abad ke-18 itu ramai pengunjung. Terik matahari dan hembusan angin ibukota Belanda, Amssterdam, Jumat (13/5/2022) itu tetap tak mengurangi keramaian orang mengunjungi bangunan yang ditempati Rijksmuseum tersebut, tempat dihelatnya pameran “Revolusi!: Indonesia Independent”.


Pameran yang digelar dari 11 Februari-6 Juni 2022 itu buah kolaborasi riset selama empat tahun sebelumnya oleh empat kurator Indonesia dan Belanda: Bonnie Triyana, Harm Stevens, Amir Sidharta, dan Marion Anker. Sesuai tajuknya, pameran menampilkan aneka objek dan benda-benda seni yang berkaitan dengan revolusi fisik atau Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949.


Namun yang jadi pembeda dari pameran-pameran lain, benda-benda yang dipamerkan merupakan objek-objek paling personal dari sejumlah sosok yang terlibat dalam masa pergolakan itu. Untuk menjelaskannya, Bonnie dan Stevens memandu live tour ke 10 galerinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page