- 16 Feb 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Mei
“Baju-baju bayi ini simbol revolusi.”
Merapi Obermayer mengisahkan episode kelahirannya sekitar 74 tahun lalu, tepatnya 6 September 1947 di koloni penderita kusta Plantungan, Jawa Tengah.
Julia Nessen dan Paul Wolfgang mengambil nama gunung Merapi yang pernah meletus pada 1930 untuk nama depan putrinya itu. Nama yang kental dengan sejarah, begitu juga kehidupannya yang penuh perjuangan untuk bertahan di tengah kecamuk revolusi di Jawa.
Merapi mengisahkan kembali masa-masa sulit orang tuanya melewati periode kelam revolusi. Mereka menyaksikan mayat-mayat korban kekerasan bergelimpangan di antara arus sungai yang melewati koloni di Plantungan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















