- 14 Feb 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
MARTHA Anthony Akihary terdiam sejenak. Lalu bibirnya bergetar saat menceritakan tentang ayahnya, Sersan Mayor Petrus Akihary, komandan KNIL asal Maluku.
“Sepanjang revolusi… dia bahagia Indonesia telah merdeka. Dan… sebetulnya, dia ingin kembali di kepulauan Maluku sebagai purnawirawan. Tapi yang terjadi tak sesuai harapan,” kata Martha.
Kesaksian Martha tentang ayahnya itu ditayangkan di channel Youtube Rijksmuseum, saat pembukaan pameran Revolusi! Indonesia Independent di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda, pada 11-12 Februari 2022.
Martha adalah putri sulung dari Petrus Akihary, yang menjadi prajurit KNIL saat usia 18 tahun pada 1926. Petrus Akihary terdaftar sebagai prajurit KNIL dengan nomor 20574. “Saya bangga bila membaca nomor dog-tag-nya. Sebuah pencapaian luar biasa. Seorang biasa dari desa Aboru,” kata Martha.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















