top of page

Mimpi Merdeka Raden Ajeng Kaida

Kartini bukan satu-satunya. Kepada sahabat pena di Belanda, Kaida mengungkapkan bahwa perempuan harus melawan untuk memperoleh kemerdekaan dan kemandirian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Raden Ajeng Kaida. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

25 Des 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

PADA bulan Oktober 1912, seorang wanita muda di keraton Paku Alam Yogyakarta memulai surat pertamanya kepada sahabat pena baru di Belanda. Raden Ajeng Kaida berumur delapan belas tahun dan terus berkomunikasi dengan teman barunya dari Belanda, Kaatje, selama kurang lebih empat tahun. Surat-suratnya, yang sekarang disimpan dalam arsip di Amsterdam, memberikan pengetahuan yang menarik tentang harapan Kaida untuk masa depannya. Surat-surat itu juga menunjukkan bahwa dia harus menghadapi banyak kekecewaan, karena tradisi priayi terkadang lebih kuat daripada mimpinya sendiri.


Kisah Kaida memiliki banyak kesamaan dengan kisah Raden Ajeng Kartini (1879–1904). Keduanya berkorespondensi dengan wanita muda seusia mereka di Belanda. Kartini mulai menulis kepada teman penanya, Stella Zeehandelaar, pada tahun 1899, ketika dia berusia dua puluh tahun. Baik Kartini dan Kaida bergumul dengan keterbatasan tradisi dalam keluarga priayi mereka. Namun, ketika Kartini menjadi terkenal, kisah Kaida tidak diketahui. Surat-suratnya pada Kaatje menggambarkan pengalaman pribadi seorang wanita muda priayi di saat masyarakat Jawa sedang berubah dengan cepat.


Tidak jelas bagaimana Kaida bisa berhubungan dengan sahabat pena Belandanya. Mungkin para gadis-gadis ini mulai bertukar surat karena guru Kaatje di Amsterdam, yang menghubungkan gadis Jawa dan Belanda satu sama lain. Berbeda dengan Kaatje yang duduk di bangku SMA, Kaida telah meninggalkan sekolah setelah lulus dari Sekolah Dasar berbahasa Belanda (Europese Lagere School) pada usia lima belas tahun. Dia menulis dan berbicara bahasa Belanda dengan lancar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
transparant.png
bottom of page