- 23 Apr 2020
- 2 menit membaca
Diperbarui: 21 Apr
R.A. KARTINI sohor karena surat-suratnya. Goresan pena kepada para sahabat di Belanda memperlihatkan beragam pemikiran yang modern pada zamannya. Namun, tak sedikit pula yang mencemoohnya bahwa ia hanyalah alat politik kolonial. Bahkan, belakangan ia juga disebut dipengaruhi oleh Freemason.
Misalnya pada 2011, terbit buku berjudul Kartini Mati Dibunuh: Membongkar Hubungan Kartini dan Freemason yang ditulis oleh Efatino Febriana. Buku ini berawal dari kecurigaan mengenai kematian mendadak Kartini dua hari setelah melahirkan anaknya. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah Kartini mati dibunuh? Bagaimana hubungan Kartini dengan Freemason dan Yahudi?” pun muncul.
Peneliti sejarah Freemason, Sam Ardi, menyebut bahwa beragam tuduhan memang muncul dan berawal dari surat-surat Kartini yang diterbitkan. “Orang kan memandang bahwa ini ada semacam tanda kutip pemberontakan. Baik dari sisi pemikiran, maupun kadang Kartini dalam suratnya juga menyinggung masalah agama. Nah, poin ini yang dihubungkan dengan Freemason,” kata Sam Ardi dalam dialog sejarah live instagram @Historiadotid, pada Selasa, 21 April 2020.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















