top of page

A.H. Nasution dan Zulkifli Lubis Akur, Gatot Soebroto Senang

Sering konflik yang menyebabkan gejolak politik, A.H. Nasution dan Zulkifli Lubis akhirnya akur. Mengundang kelakar Gatot Soebroto.

loading_historia_white.gif
transparant.png

A.H. Nasution dilantik sebagai KSAD untuk kedua kalinya, di Lapangan Banteng, 1955. (Repro Memenuhi Panggilan Tugas).

16 Apr 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Jun

DEMI bisa melihat upacara pelantikan suaminya, Kolonel A.H. Nasution, menjadi KSAD untuk kali kedua, di Lapangan Banteng pada 1 November 1955, Johana Sunarti terpaksa menumpang pada seorang kenalan suaminya, Kadir. Dari rumah Kadir yang berada di pinggir Lapangan Banteng itulah Johana bisa leluasa melihat upacara pelantikan itu.


“Beda dengan protokol masa Orde Baru (Orba), maka di masa liberal itu sang isteri pejabat tidak masuk protokol, jadi tidak diundang, kebiasaan dari masa perjuangan 1945-50 masih dihayati,” kata Nasution dalam otobiografinya, Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 3.


Upacara pelantikan itu juga berbeda dari pelantikannya sebagai KSAD saat pertamakali (1949) dan pelantikan-pelantikan para petinggi militer lain sebelumnya. “Sejak 1945 baru kali inilah pelantikan pejabat tinggi TNI dilakukan di depan pasukan. Sejak dulu pelantikan dilakukan di Istana Presiden. Prakarsa ini datang dari Kolonel Z. Lubis, yang menganggap lebih tepat di depan pasukan daripada di Istana. Saya sependapat dengan beliau,” sambung Nasution.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page