- 23 Sep 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 Mar
SIANG (20/9/2025) itu di Jalan Alun-Alun Timur Rangkasbitung, Lebak, sekira 300 orang berpakaian adat nan sederhana berduyun-duyun berjalan berbarengan sembari memikul berikat-ikat padi kering dengan batang bambu. Makin banyak mereka datang, makin terdengar hembusan suara unik yang mengiringi hingga membuat warga sekitar yang menyaksikan tertegun.
Suara unik itu rupanya datang ijuk yang terikat di batang bambu dan digoyang-goyangkan rombongan orang-orang tadi. Announcer dari panggung utama lantas memperkenalkan mereka sebagai masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul yang sedang menjalankan prosesi Ngarengkong, sebagai salah satu pertunjukan tradisional pembuka Festival Seni Multatuli, 19-21 September 2025.
Menurut sejarawan cum dewan pembina Yayasan Festival Seni Multatuli Bonnie Triyana, festival kali ini jadi ajang pertemuan dan kolaborasi antara para pelaku seni dan budaya lokal Lebak dan nasional.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












