- 25 Sep 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Mei
SELAMA Revolusi Prancis (1789–1799), warna merah yang sejak akhir abad ke-18 menjadi simbol politik, tak hanya terlihat pada bendera-bendera yang dikibarkan setiap kali rakyat turun ke jalan. Warna merah sebagai simbol perlawanan terhadap tiranijuga menghiasi pakaian dan aksesoris yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya topi.
Menurut sejarawan mode Amerika, Valerie Steele dalam Paris Fashion: A Cultural History, popularitas bonnet rouge atau topi merah di kalangan rakyat Prancis menjadi tanda bahwa mode tidak menghilang selama revolusi tetapi menjadi semakin dipolitisasi, terutama setelah kejatuhan monarki pada 1792.
“Bonnet rouge atau topi merah memainkan peran penting dalam ikonografi Revolusi Prancis. Menyerupai topi Phrygia yang dikenakan oleh para budak dan narapidana yang dibebaskan, topi merah dimaksudkan untuk mengingatkan para pemakainya dan seluruh masyarakat akan kebebasan yang baru saja didapatkan oleh rakyat,” tulis Steele.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















