top of page

Pangkas Rambut Ko Tang Bertahan dari Tekanan Zaman

Cerita tentang salah satu pangkas rambut tertua di Jakarta. Gang sempit tidak menghalangi mereka untuk terus bertahan di masa kini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pi Cis sedang memangkas rambut salah satu pelanggan setia di Ko Tang. (Fernando Randy/Historia).

13 Sep 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 13 Agu

DI sebuah gang sempit di kawasan Glodok, Jakarta Barat, ada sebuah tempat yang tak biasa di mana pemiliknya bisa memegang kepala siapapun, termasuk pejabat hingga presiden. Ya, tak mungkin ia tak memegang kepala sebab profesinya adalah pemangkas rambut.


Namanya Pangkas Rambut Ko Tang –berasal dari bahasa Tiongkok, artinya kelas atas. Lokasinya di Gang Gloria, Glodok. Berdiri sejak 1936, Ko Tang menjadi salah satu pangkas rambut tertua di Jakarta. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page