top of page

Pelajar Indonesia di Jepang Bekerja di Markas Sekutu

Setelah Jepang menyerah, pelajar Indonesia di Jepang bekerja di markas Sekutu. Hidupnya terjamin tapi ada yang kena gampar tentara Sekutu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Demonstrasi pelajar Indonesia di Jepang pada 1949. (Repro Suka Duka Pelajar Indonesia di Jepang).

  • 1 Agu 2021
  • 4 menit membaca

SERANGKAIAN kereta listrik tiba di stasiun Tokyo. Hampir tiap keretanya penuh sesak oleh penumpang orang Jepang. Kecuali satu kereta. Sangat lowong. Tertulis di badan kereta tersebut “Kereta Khusus untuk Tentara Sekutu”. Bahrin Samad, seorang pelajar Indonesia di Jepang, langsung memasukinya.


Bahrin percaya diri memasukinya karena mengenakan seragam GI (Government Issue atau Tentara Amerika Serikat). Pada stasiun berikutnya, beberapa anggota GI kulit putih masuk. Sebagian bernyanyi-nyanyi, lainnya kelihatan mabuk. Seorang GI mabuk mendekat ke Bahrin. Tanpa banyak cingcong, dia langsung menampar muka Bahrin.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
transparant.png
bottom of page