- 24 Agu 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
BEGITU sauh ditarik, kapal Bandung Maru berjalan meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Agustus 1940. Dua puluh hari lamanya Bandung Maru akan mengarungi Samudera Pasifik melewati Taipei dan Shanghai untuk mancapai tujuan akhir, Kobe di Negeri Sakura.
Dari sekian penumpang Bandung Maru, terdapat dua pemuda asal Samarinda, Kalimantan Timur berpaspor Hindia Belanda. Mereka adalah Arden Mulia Noor dan Omar Barack. Mereka hendak menuntut ilmu di Jepang yang kala itu sudah menjadi “macan Asia”.
“Ayah setuju sekali saya melanjutkan pelajaran ke Jepang, mengingat ayah saya ada hubungannya dengan perusahaan Jepang BPC (Borneo Produce Company),” kata Omar Barack, yang saat itu berusia sekitar 23 tahun, dalam Suka Duka Pelajar Indonesia di Jepang Sekitar Perang Pasifik 1942–1945.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















