top of page

Yang Tertinggal di Hiroshima

Anak kampung Jasinga belajar ke Jepang. Menyaksikan langsung keganasan bom atom di Hiroshima. Menjadi penggerak hubungan Indonesia-Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Hasan Rahaya. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

25 Nov 2022
13 menit membaca

Diperbarui: 6 Agu

HIROSHIMA, 6 Agustus 1945. Pagi itu, Hasan Rahaya bersama tiga mahasiswa lainnya berada di ruang kuliah. Suara sirene tanda aman sudah terdengar; pertanda pesawat udara Amerika sudah melintas. Mereka siap mengikuti pelajaran fisika. Dosen mereka, seorang tua berkepala plontos, baru mulai menulis beberapa huruf di papan tulis ketika cahaya seperti kilat menyambar dari arah jendela.


Hasan menoleh ke jendela. Tiba-tiba tubuhnya terpelanting, menghantam langit-langit, lalu jatuh ke lantai. Menyusul kemudian langit-langit ambrol. Sebuah piano terjatuh dari lantai atas mengenai kepalanya. Darah mengucur. Dia pingsan. Tapi berkat piano itu pula dia terlindung dari reruntuhan.


Beberapa menit kemudian, Hasan siuman. Kepalanya sakit luar biasa. Kulitnya tertutup debu. Dia mencoba bangkit, menyingkirkan puing-puing bangunan dari sekitar piano dan tubuhnya. Dia melihat bangunan Universitas Hiroshima, kampusnya, luluh lantak. Hanya tersisa sedikit bangunan utama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page