Diperbarui: 9 Agu
DARI kota Beppu, saya bertolak menuju Nagasaki, wilayah barat Pulau Kyushu, Jepang. Setelah tiga kali berganti kereta, menghabiskan setengah jam perjalanan, saya akhirnya menginjakkan kaki di Nagasaki, kota yang terkenal dengan industri perkapalannya. Miniatur beragam kapal menyambut begitu tiba di stasiun JR Nagasaki Station.
“Atomic Bomb wa doko des ka?” tanya saya kepada petugas informasi di stasiun mengenai lokasi jatuhnya bom atom.
Sebetulnya, saya kurang percaya diri dengan bahasa Jepang yang saya pelajari secara kilat hanya dengan membaca kamus kecil di buku pedoman perjalanan ke Jepang. Karena petugas informasi itu tak fasih berbahasa Inggris, jadilah saya yang mengalah. “Kaite kuremasen ka?” pinta saya kepadanya untuk menuliskan bagaimana menuju ke sana.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












