top of page

Pembajak Pesawat Garuda Woyla Tuntut Tebusan 1.5 Juta Dolar Amerika

Pemerintah Indonesia tegas menolak membayar tebusan. Kendati demikian, perkara uang tebusan ini menjadi alat ampuh untuk mengulur waktu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pelaku pembajakan pesawat Garuda "Woyla": Imran, Mahrizal dan Zulfikar.

12 Jul 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Apr

KELOMPOK Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dikabarkan meminta Rp5 miliar sebagai tebusan untuk membebaskan pilot Susi Air bernama Philips Mark Mehrtens yang disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Egianus Kagoya sejak Februari.


Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memberikan lampu hijau perihal uang tebusan. Namun, isu uang tebusan dibantah oleh Egianus Kagoya. Kelompoknya hanya menginginkan kemerdekaan Papua untuk ditukar dengan Philips. Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengklarifikasi bahwa uang Rp5 miliar merupakan arahan darinya kepada pejabat bupati Nduga. Apabila negosiasi membuahkan hasil, dia meminta bupati menyiapkan uang dari kas pemerintah daerah.


Berbeda halnya dengan pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” pada 28 Maret 1981, pemerintah lebih memilih opsi militer meski pembajak mengajukan tuntutan uang disertai ancaman peledakan pesawat. Pembajak meminta tebusan sebesar US$1,5 juta. Selain itu, mereka juga meminta pembebasan rekan-rekannya yang ditangkap karena menyerang Polsek Cicendo. Itulah syarat yang mereka ajukan untuk ditukar dengan penumpang pesawat yang disandera.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page