- 18 Jul 2025
- 3 menit membaca
DARI Boulevard Sidorame, Surabaya, Kompleks Permakaman Karang Tembok di Simokerto nyaris tak terlihat lagi. Deretan bangunan telah menutupinya. Hanya rindang pepohonan di sedikit bagian saja yang menunjukkan di belakang deretan bangunan itu ada lahan hijau terbuka.
Sama dengan kondisi di depannya, di dalam kompleks makam itu juga telah penuh oleh makam. Kebanyakan makam warga setempat. Di sanalah Mas Pamudji (1905-1951), salah seorang tokoh pergerakan nasional sekaligus pendiri klub sepakbola Persebaya, dimakamkan. Tokoh ini amat dihormati di pecinta sepakbola Surabaya.
Mas Pamoedji lahir di Pelas, Kediri pada 28 Februari 1905. Setelah selesai belajar di sekolah dasar Belanda tujuh tahun Hollandsch-Inlandsche School (HIS), dia meneruskan studinya di sekolah calon pegawai negeri Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) Blitar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















