top of page

Pengaruh Tionghoa pada Masjid Demak dan Masjid Angke

Masjid Demak salah satu masjid tertua di Indonesia. Menggunakan tukang kayu dan arsitektur Tiongkok. Empat perpaduan arsitektur pada Masjid Angke merupakan simbol multikulturalisme.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Agu 2024
  • 2 menit membaca

Masjid Demak Prototipe Masjid Nusantara

SETELAH mengalahkan Majapahit pada abad ke-15, Raden Patah atau Panembahan Jinbun yang seorang Muslim ingin adanya sebuah masjid untuk memperindah ibukota Demak sekaligus melengkapi identitas sebagai kerajaan Islam.


Pembangunan sudah dimulai tapi tak pernah selesai karena kesulitan mendirikan tiang penyangga (sokoguru) berupa empat tiang raksasa yang menjadi konstruksi utamanya. Salah satu tiang terbuat dari potongan-potongan kayu (sokotatal). Tukang-tukang setempat tak punya pengalaman.


“Tiga tahun setelah penundukan Majapahit, kapten Cina Gan Si Cang di Semarang menyampaikan permohonan kepada bupati Kin San untuk ikutserta menyelesaikan pembangunan masjid agung Demak,” tulis Slamet Muljana dalam Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara.



Kin San, ipar Jin Bun, meneruskan permohonan itu. Jin Bun menyambut baik. Dimulai pembangunan masjid yang dikerjakan tukang-tukang kayu Tionghoa dari galangan kapal Semarang. Itulah sebabnya sokotatal tersebut “mirip teknik penyambungan tiang-tiang kapal jung Cina,” tulis Sumanto Al Qurtuby dalam Arus Cina-Islam-Jawa.


Pengaruh Tionghoa juga tampak pada mustaka (hiasan di atap masjid), berbentuk bola dunia yang dikelilingi empat ular, tembok bergambar kura-kura di mihrab (tempat imam), penggunaan tumpak, serta hiasan piring dan hiasan lainnya. Sementara atap tumpangnya, sekalipun masih diperdebatkan, mengingatkan pada atap pagoda. Masjid Demak kemudian menjadi prototipe masjid di Nusantara.*



Pintu masuk Masjid Angke. (KITLV).
Pintu masuk Masjid Angke. (KITLV).

Masjid Angke dari Tionghoa untuk Bali

ENAM kampung Bali, kebanyakan penduduknya adalah budak yang dijual raja-raja mereka, tak lagi mampu menampung orang Bali. Memasuki abad ke-18 pemerintah Batavia mendirikan sebuah Kampung Bali lagi di dekat Kali Angke. Penduduk kampung ini warga merdeka dan datang atas kemauan sendiri.


Orang Bali Muslim bermukim di kampung ini. Dibantu warga Tionghoa, mereka mendirikan sebuah masjid pada 1761. Perancangnya, seorang Tionghoa yang menurut tradisi bernama Gouw Yjay, menyerap beragam budaya.


Atapnya bertumpang dua seperti kebanyakan masjid di Batavia kala itu. Untuk mengadaptasi gaya Bali, ujungatap dirancang agak melengkung (punggel). Pengaruh Jawa tampak dalam bentuk dasar bangunan yang menyerupai pendopo, gapura, dan tembok yang mengelilingi masjid. Pintu, anak tangga, jendela, dan ornamen pintu mendapat sentuhan kolonial. Sementara gaya Tionghoa kental pada kayu penyangga (sokoguru) yang berukir kepala naga.



Menurut sejarawan Adolf Heuken, arsiteknya paling tidak telah mengenal beragam arsitektur. Sementara Kees Van Dijk dalam “Perubahan Kontur Masjid”, termuat di Masa Lalu dalam Masa Kini: Arsitektur di Indonesia, menyebut perpaduan ini sangat penting untuk melihat pola hubungan orang Bali, Belanda, Tionghoa, dan Jawa masa itu.


Masjid Angke masih berdiri dengan arsitektur aslinya. Pemugaran dilakukan beberapa kali tapi tak sampai mengubah bentuk dan gayanya. “Hanya materialnya yang diganti dan diperkuat,” kata Haji Ahmad, mantan kepala pengurus Masjid Angke, yang sekarang dikenal dengan Masjid al-Anwar.*


Tulisan ini telah dimuat di majalah Historia No. 10 Tahun I 2013

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Beberapa perahu layar berkejaran di lautan lepas. Adu cepat dan ketangkasan membawa hasil bumi Indonesia. Sebuah perlombaan dan tradisi yang tak sepenuhnya hilang.
bg-gray.jpg
Siti Djauhari tak sekadar jadi pelengkap kehidupan Sudiro. Sejak muda aktif di pergerakan, Siti sibuk di organisasi wanita hingga jadi teman curhat Fatmawati.
bg-gray.jpg
Djalimin dihukum 15 tahun penjara karena membunuh orang Belanda yang akan memerkosanya. Pertanyaan seorang anggota DPR RI kepada pemerintah mendorong pembebasannya.
bg-gray.jpg
100 tahun lalu, gempa dahsyat menguncang Sumatra. Bukan hanya mengakibatkan kerusakan parah dan jatuhnya korban jiwa, gempa mengubah wajah bentang alam Dataran Tinggi Padang dalam hitungan detik.
Sudiro dipercaya memimpin Jakarta setelah mempertaruhkan nyawa di Sulawesi. Mengabdi sebagai gubernur yang dipilih rakyat.
Sudiro dipercaya memimpin Jakarta setelah mempertaruhkan nyawa di Sulawesi. Mengabdi sebagai gubernur yang dipilih rakyat.
Sudiro selain mengajar dari satu tempat ke tempat, sedari muda sudah terjun ke dalam dunia pergerakan hingga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Sudiro selain mengajar dari satu tempat ke tempat, sedari muda sudah terjun ke dalam dunia pergerakan hingga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Buku fiksi untuk anak-anak. Diterjemahkan ke lebih dari 600 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Menempatkannya di posisi kedua sebagai buku paling banyak diterjemahkan setelah Alkitab.
Buku fiksi untuk anak-anak. Diterjemahkan ke lebih dari 600 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Menempatkannya di posisi kedua sebagai buku paling banyak diterjemahkan setelah Alkitab.
Iran mengenal sepakbola lewat senjata dan industri minyak. Sejak 1920-an sudah ada pemain Iran di Eropa. Kini langganan tampil Piala Dunia.
Iran mengenal sepakbola lewat senjata dan industri minyak. Sejak 1920-an sudah ada pemain Iran di Eropa. Kini langganan tampil Piala Dunia.
Kapal selam Jepang karam setelah mendapat serangan mendadak dari kapal Amerika Serikat. Legenda menyebut awak kapal Amerika menyerang awak kapal selam Jepang dengan kentang.
Kapal selam Jepang karam setelah mendapat serangan mendadak dari kapal Amerika Serikat. Legenda menyebut awak kapal Amerika menyerang awak kapal selam Jepang dengan kentang.
Intelektualitas Agus Widjojo sudah terlihat sejak menjadi taruna Akabri. Dia dikenal sebagai jenderal reformis yang mendukung reformasi TNI dan supremasi sipil.
Intelektualitas Agus Widjojo sudah terlihat sejak menjadi taruna Akabri. Dia dikenal sebagai jenderal reformis yang mendukung reformasi TNI dan supremasi sipil.
transparant.png
bottom of page