top of page

Perjalanan Johny Indo, Perampok Cerdik dan Licin

Kisah masa lalu Johny Indo, salah satu kriminal kakap di Indonesia. Pernah minder, patah hati, bangga akan aksinya. Akhirnya menyesal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Johny Indo dan Mathias Muchus berperan dalam film Johny Indo, Kisah Nyata Seorang Narapidana. (Repro Johny Indo: Tobat dan Harapan).

28 Jan 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 26 Jan

JOHNY INDO, mantan narapidana kakap kasus perampokan kurun 1970—1980-an, meninggal dunia di Jakarta pada 26 Januari 2020. Dia sempat mendapat vonis hukuman penjara selama 14 tahun untuk menebus laku kriminalnya. Dia kesohor lantaran sepak terjangnya di dunia kriminal begitu licin, cerdik, dan berpegang pada kode etik buatannya sendiri.


Kelar menjalani hukuman penjara, Johny menempuh laku agamis. Dia menjadi pendeta Serani, lalu beralih lakon sebagai pendakwah Islam. Jelang akhir hayat, dia kembali lagi sebagai penganut Serani. Untuk mencapai keputusan itu, dia telah mengalami hidup penuh pergulatan batin. Tegangan-tegangan antara menjadi perampok, bintang film, suami, dan ayah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page