- Hendaru Tri Hanggoro
- 30 Jul 2018
- 5 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
BAGI sejumlah narapidana (napi), penjara tak bikin mereka menyadari kesalahannya. Mereka justru jadi lebih jahat dan pandai berbohong. Tapi buat segelintir orang lainnya, penjara telah memberi mereka gagasan dan pengalaman segar tentang agama. Misalnya, terjadi pada Sukarno dan Johny Indo.
Mari mulai dari Sukarno. “Saya pernah hidup di dalam penjara: satu kali dalam penjara tahanan Banceuy di Bandung, dua kali di penjara besar Sukamiskin. Satu kali lagi di penjara Mataram, dan juga di penjara Surabaya,” tulis Sukarno dalam artikelnya “Propaganda Islam di dalam Pendjara”, termuat di Pedoman Masjarakat, 9 Maret 1938.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












