top of page

Rachmat Kartolo Pahlawan Patah Hati

Sebelum Didi Kempot, ada Rachmat Kartolo. Lagu-lagunya menjadi ciri pop Indonesia yang menangis meratap karena cinta yang bubar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rachmat Kartolo. (Wikimedia Commons).

7 Mei 2020
2 menit membaca

KABAR berpulangnya Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot membuat segenap “sobat ambyar” makin ambyar. Pasalnya, belum lama ini penyanyi campursari kelahiran 1966 itu didapuk sebagai The Godfather of Broken Heart.


Fenomena Didi Kempot mengingatkan kita pada pendahulunya, yang juga pernah dijuluki sebagai pahlawan patah hati, Rachmat Kartolo.


Rachmat Kartolo lahir di Jakarta pada 13 Maret 1938 dari pasangan seniman Kartolo dan Rukiah. Kartolo dan Rukiah kala itu sudah terkenal sebagai bintang film. Rachmat sendiri ketika muda belum tertarik masuk ke dunia film dan justru menjajal kemampuan seni musiknya. Pada 1940-an, bersama saudaranya, Iman Kartolo dan Jusuf Kartolo, Rachmat sudah membentuk band kecil.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page