top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Musisi Sosial

Bing Slamet mendampingi Sukarno bersama Eka Sapta. Menjulurkan tangannya kepada seniman yang butuh bantuan.

22 Jan 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bing Slamet bersama Sam Saimun tampil di Voice of America (VOA). (Dok. Keluarga Bing Slamet).

Diperbarui: 30 Des 2025

“SAYA mau ke Jakarta, Mas. Mau ikut lomba Bintang Radio tingkat nasional,” pinta Sudarwati alias Titiek Puspa ke kakaknya, Sumarno, pertengahan 1954. Khawatir orangtua mereka marah, Sumarno tak mengizinkan adiknya pergi. Titiek tak putus arang dan berkeras meyakinkan mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Suporter Kongo viral menirukan sosok Patrice Lumumba. Sukarno mengabadikan pahlawan kemerdekaan Kongo itu jadi nama jalan sebagai bentuk solidaritas pasca pembunuhannya.
Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Teuku Abdul Hamid Azwar berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Mengagumi Sukarno membuatnya dikeluarkan dari sekolah Belanda. Ia kemudian mengulik strategi militer Jepang.
Tukang Jahit Jadi Raja

Tukang Jahit Jadi Raja

Larantuka yang kehilangan raja membuat seorang tukang jahit jadi raja.
The Legacy of the Colonial Gas Network

The Legacy of the Colonial Gas Network

After being halted due to the war, the Dutch gas company resumed its operations but was later nationalized by the Indonesian government. What is the fate of this colonial legacy?
Sumitro Djojohadikusumo Ingin BNI Jadi Bank Sentral

Sumitro Djojohadikusumo Ingin BNI Jadi Bank Sentral

Sumitro Djojohadikusumo sebagai ketua komisi ekonomi dalam KMB ingin BNI menjadi bank sentral. Namun, De Javasche Bank yang ditetapkan sebagai bank sentral untuk melancarkan pembayaran utang Indonesia kepada Belanda.
bottom of page