Diperbarui: 27 Sep
“SAYA mau ke Jakarta, Mas. Mau ikut lomba Bintang Radio tingkat nasional,” pinta Sudarwati alias Titiek Puspa ke kakaknya, Sumarno, pertengahan 1954. Khawatir orangtua mereka marah, Sumarno tak mengizinkan adiknya pergi. Titiek tak putus arang dan berkeras meyakinkan mereka.
Hati kakak dan orangtuanya pun lumer. Mereka mengizinkan gadis berusia 17 tahun itu pergi.
Begitu mendapat restu, Titiek berangkat ke Jakarta dari Semarang. Siapa sangka tujuan sebenarnya bertemu Bing Slamet. “Apa salahnya?” Titiek membela diri dalam hati. Dia ingin berguru.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















