top of page

Didi Kempot, Makin Tua Makin Ambyar

Legenda musik campursari. Lagu-lagunya tentang cinta, patah hati, dan kehilangan orang tersayang. Bikin penggemar ambyar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Didi Kempot saat menghibur ribuan fans di Jakarta. (Fernando Randy/Historia).

20 Okt 2019
2 menit membaca

Malam itu Istora Senayan, Jakarta, ramai. Anak-anak, remaja, dan orang tua bersemangat menuju salah satu panggung dalam acara Pekan Kebudayan Nasional (PKN) 2019 minggu lalu (7-13 Oktober 2019). Ada beragam sajian seni di panggung PKN. Salah satunya pergelaran musik campursari dari pria berambut gondrong kelahiran Surakarta. Dialah Didi Prasetyo atau Didi Kempot.


Didi Kempot saat menunggu giliran naik pentas di Senayan. (Fernando Randy/Historia).
Didi Kempot saat menunggu giliran naik pentas di Senayan. (Fernando Randy/Historia).

Sebelum Didi naik ke atas panggung, Historia sempat berbincang pendek dengannya. Dari obrolan tersebut diketahui bahwa asal usul nama Kempot adalah Kelompok Penyanyi Trotoar. “Yah dulu saya itu penyanyi jalanan alias ngamen, akrab sama trotoar,” ujar adik dari almarhum pelawak Mamiek Prakoso, yang tenar dengan mengecat sebagian rambutnya dengan warna keemasan. 


Ekspresi ribuan fans Didi Kempot yang memadati Istora Senayan. (Fernando Randy/Historia).
Ekspresi ribuan fans Didi Kempot yang memadati Istora Senayan. (Fernando Randy/Historia).
Didi Kempot saat membawakan berbagai hits dari album-albumnya. (Fernando Randy/Historia).
Didi Kempot saat membawakan berbagai hits dari album-albumnya. (Fernando Randy/Historia).

Didi mulai aktif bermusik sejak 1989. Dia memilih musik campursari sebagai jalan hidup berkeseniannya. Campursari adalah musik yang muncul dari perpaduan instrumen gamelan Jawa dan Barat. Diperkenalkan kali pertama oleh R.M. Samsi dari kelompok musik RRI Semarang pada 1953. Campursari menggabungkan nada pentatonik dan diatonis. Sebuah percampuran antara tradisionalitas dan modernitas. 


Salah satu fans Didi Kempot menangis terharu di tengah keseruan konser tersebut. (Fernando Randy/Historia).
Salah satu fans Didi Kempot menangis terharu di tengah keseruan konser tersebut. (Fernando Randy/Historia).
Tua dan muda semua bergembira bersama saat Didi Kempot bernyanyi. (Fernando Randy/Historia).
Tua dan muda semua bergembira bersama saat Didi Kempot bernyanyi. (Fernando Randy/Historia).
Panggung Didi Kempot yang selalu penuh oleh para fansnya di seluruh Jakarta. (Fernando Randy/Historia)
Panggung Didi Kempot yang selalu penuh oleh para fansnya di seluruh Jakarta. (Fernando Randy/Historia)

Melalui campurasari, Didi membuat ratusan lagu. Kebanyakan lagunya bertema tentang cinta, patah hati, dan kehilangan orang tersayang. 


Karena tema-tema itulah fans Didi Kempot menamakan diri mereka sebagai Sad Bois dan Sad Girls. Ada juga yang menamakan diri mereka Sobat Ambyar (hancur). Fans juga menjuluki Didi Kempot, pria yang juga terkenal di Suriname itu, sebagai The Godfather of Broken Heart. 


“Ya, mungkin karena tema patah hati mengena di anak-anak masa kini. Itu buktinya tiap saya nyanyi mereka selalu berjoget,” kata Didi. Fenomena tersebut memang bukan isapan jempol belaka. Begitu Didi Kempot naik panggung, ribuan penggemarnya langsung histeris bahkan sampai menangis. 


Berbagai atribut kaos bergambar Didi Kempot pun tak luput digunakan oleh para Sobat Ambyar. (Fernando Randy/Historia).
Berbagai atribut kaos bergambar Didi Kempot pun tak luput digunakan oleh para Sobat Ambyar. (Fernando Randy/Historia).
Semua Sad Bois dan Sad Girls larut dalam alunan lagu-lagu sang Godfather. (Fernando Randy/Historia)
Semua Sad Bois dan Sad Girls larut dalam alunan lagu-lagu sang Godfather. (Fernando Randy/Historia)

Di panggung PKN, Didi tampil sekira pukul 20.00 WIB. Dia menyapa penggemarnya. “Sobat Ambyar, sing penting aja jotos-jotosan yo (Sobat Ambyar, yang penting jangan berkelahi, ya).” Salam pembukanya disambut riuh oleh ribuan Sobat Ambyar. Kemudian pria berusia 52 tahun tersebut melantunkan lagu-lagu andalannya: Cidro, Stasiun Balapan, Banyu Langit, dan Pamer Bojo. Orang-orang turut bernyanyi. 


Ekspresi Didi Kempot di panggung dalam gelaran PKN Kebudayaan. (Fernando Randy/Historia).
Ekspresi Didi Kempot di panggung dalam gelaran PKN Kebudayaan. (Fernando Randy/Historia).
Ribuan fans Didi Kempot bernyanyi dan berjoget bersama tanpa henti bersama sang legenda campursari. (Fernando Randy/Historia).
Ribuan fans Didi Kempot bernyanyi dan berjoget bersama tanpa henti bersama sang legenda campursari. (Fernando Randy/Historia).

Di tengah jeda lagu, Didi berucap, “Wah ternyata di Jakarta pun kalian masih menghargai musik tradisional. Terima kasih!” Tanpa basa-basi lagi, Lord Didi, julukan lainnya, kembali menggempur panggung. Malam itu benar-benar milik Sobat Ambyar. Mereka merayakan patah hati daripada meratapinya. Ditemani langsung oleh sang Godfather. Salam Ambyar! 


Didi Kempot mengucapkan terima kasih kepada semua Sobat Ambyar yang telah hadir di Senayan. (Fernando Randy/Historia).
Didi Kempot mengucapkan terima kasih kepada semua Sobat Ambyar yang telah hadir di Senayan. (Fernando Randy/Historia).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
SUMPAH, tidak ada hubungannya antara ‘bebek’ dengan ‘kartu-truf’. Kendati begitu, apa boleh buat, sudah suratan rupanya, bahwa di Amerika...
SUMPAH, tidak ada hubungannya antara ‘bebek’ dengan ‘kartu-truf’. Kendati begitu, apa boleh buat, sudah suratan rupanya, bahwa di Amerika...
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Sukarno menjadikan istana kepresidenan sebagai ruang budaya. Dia jadikan alat komunikasi dan diplomasi.
Sukarno menjadikan istana kepresidenan sebagai ruang budaya. Dia jadikan alat komunikasi dan diplomasi.
transparant.png
bottom of page