top of page

21 Mei 1998: Reaksi Para Pemimpin Dunia terhadap Jatuhnya Rezim Soeharto

Pengunduran diri Presiden Soeharto menuai bermacam reaksi para pemimpin negara sahabat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Soeharto ketika mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Merdeka pada 21 Mei 1998. (ANRI).

21 Mei 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

HARI ini, 21 Mei 1998, gerakan reformasi mencapai klimaksnya dengan tumbangnya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Momen bersejarah tersebut menandai berakhirnya era otoriter dan dimulainya era Reformasi yang demokratis. 


Pada hari itu sekira pukul 9 pagi di ruang kredensial Istana Merdeka, Presiden Soeharto tampil sederhana dengan kemeja safari berlengan pendek ditemani Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Di hadapannya sudah menanti para wartawan domestik dan asing yang akan meliput sebuah momen penting. 


“Dalam acara singkat di ruang Kredential Istana Merdeka itu lebih banyak wartawan dari dalam dan luar negeri yang hadir ketimbang para pejabat tinggi. Di sana, nampak lima bekas menteri Kabinet Pembangunan VII, yaitu Menkeh Muladi, Menpen Alwi Dahlan, Mensesneg Saadillah Mursjid, Mensos Siti Hardiyanti Rukmana, dan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto,” tulis Parlementaria, No. 23 TH XXX, 16 September 1998. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
transparant.png
bottom of page