- 11 Mei 2018
- 1 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
SOEHARTO terpilih kembali menjadi presiden untuk ketujuh kalinya pada 10 Maret 1998. Sehari kemudian, setelah dia disumpah dalam Sidang Umum MPR, terjadi peristiwa yang mengejutkan.
Harmoko, Ketua DPR/MPR, mengetukkan palu untuk menutup sidang, namun palu itu patah. Saat mengantar Soeharto menuju lift, Harmoko meminta maaf atas kejadian yang baru pertama kali dalam sejarah sidang DPR/MPR.
“Mungkin palunya longgar,” kata Soeharto. Harmoko pun bertanya-tanya, ada apa gerangan. Dia merasa kejadian itu tidak kebetulan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















