top of page

Kata Soeharto: Tak Useh, yee...

Dengan logat Betawi, Soeharto pernah menjawab saran dari seorang jenderal untuk mundur dari kekuasaannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi (Betaria Sarulina/Historia)

21 Mei 2021
4 menit membaca

Dengan gaya pemerintahan yang otoriter, tidak ada orang yang berani terang-terangan menentang Presiden Soeharto selama Orde Baru berkuasa. Apalagi memintanya untuk mundur dari jabatan presiden. Pemimpin rezim Orde Baru itu baru lengser setelah ditumbangkan lewat gelombang reformasi. Krisis moneter dan desakan rakyat yang berunjuk rasa menjadi cikal bakal keruntuhan Soeharto.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page