top of page

Ritual Persumpahan Desa Bebas Pajak

Upacara penetapan sebuah desa menjadi sima yang dibebaskan dari pajak. Ritual persumpahan itu berisi kutukan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi sesaji. (123rf.com)

11 Jun 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Mar

HADIRIN khidmat. Di hadapan mereka pemimpin upacara mulai mengucapkan sumpah. Sambil menyumpah, ia memotong leher seekor ayam. Lalu membanting sebutir telur di atas sang hyangkalumpang.


"Seperti tubuh ayam yang telah mati, tak dapat hidup lagi. Seperti telur yang telah remuk berkeping-keping, takkan kembali utuh. Seperti pula kayu yang terbakar api, menjadi abu, hilang diterbangkan angin," katanya.


Sumpah itu diucapkan dengan jelas agar didengar oleh hadirin. Barang siapa yang berani mengganggu ketetapan tanah perdikan akan mendapat petaka, berakhir seperti sumpah yang telah mereka dengar. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page