top of page

Serangan Umum 1 Maret

Pada 1 Maret 1949, TNI menyerang Belanda. Meski TNI hanya enam jam menguasai Yogyakarta, TNI berhasil mematahkan propaganda Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Serangan Umum 1 Maret 1949.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Rosihan Anwar dan Alfred van Sprang beradu pena mewakili kepentingan negaranya masing-masing.
Rosihan Anwar dan Alfred van Sprang beradu pena mewakili kepentingan negaranya masing-masing.
transparant.png
bottom of page