top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Rudini Berani Koreksi Atasan

Rudini sering menolak perintah atasan. Supaya keadaan tidak menjadi lebih buruk bagi atasannya.

30 Mei 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

KSAD Jenderal Rudini bersalaman dengan KSAD AS John Adams Wickham Jr. di Pangkalan AU Andrews, Maryland, AS. (catalog.archives.gov).

Diperbarui: 2 hari yang lalu

SUATU hari, seorang perwira menengah melapor kepada Ibu Negara Tien Soeharto. Perwira itu melapor karena habis ditindak oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Rudini akibat keseringannya “ngobyek” dan bisnis tanah. Perwira itu dekat dengan Tien Soeharto.


Rudini tak tinggal diam menanggapi kasak-kusuk si perwira tadi. Sebab, namanya di mata ibu negera bisa terancam rusak. Dia lalu mengajak Direktur Jenderal (Dirjen) Agraria menemui istri Presiden Soeharto untuk meluruskan dan mengoreksi apa yang disampaikan perwira tadi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page