top of page

Saat Baret Merah Dilatih Pasukan Katak

Kopaska pernah melatih RPKAD. Sebagian anggota RPKAD gagal karena kurang makan atau kedinginan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang personel Pasukan Katak TNI AL membuka jalan bagi rekan-rekannya dalam sebuah demonstrasi. Di masa Trikora, pasukan Katak pernah melatih personel RPKAD (kini Kopassus). (Youtube TNI AL).

30 Sep 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 15 Jan

SEORANG perwira Angkatan Laut (AL) berpangkat mayor datang menghadap Kolonel Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD, kini Kopassus) Moeng Parahadimulyo pada awal 1962. Urusannya terkait pelatihan pasukan khusus oleh pasukan khusus lainnya, dalam hal ini RPKAD dan Kopaska. Mayor AL itu bertanggungjawab atas pelatihan bawah air dan peledakan ala Underwater Demolition Team (UDT) Navy SEAL.


Waktu itu musim hujan, laut bergelombang dan lebih dingin dari biasanya. Urip Santoso, nama mayor AL itu, berharap agar peserta latihan mendapatkan extra voeding alias makanan tambahan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page