top of page

Saat Bung Karno Ikutan Sesi Foto Virtual

Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

7 Jun 2020
2 menit membaca

Sejak pandemi virus corona merebak ke hampir seluruh belahan dunia, berbagai aktivitas masyarakat ikut terganggu. Covid-19 tak hanya melumpuhkan kesehatan manusia, namun juga banyak aspek kehidupan lainnya. Sektor ekonomi kreatif seperti videografi dan fotografi pun macet. Mereka tak boleh bertemu langsung untuk pekerjaannya. Jaga jarak harus diterapkan tanpa terkecuali. Para pekerja lepas sektor tersebut pun memutar otak demi menjaga keberlangsungan hidup. Kini fotografer dan videografer menciptakan sesi “virtual photoshoot’ atau sesi foto virtual. Dengan cara ini, sang fotografer dan subjeknya tidak harus bertemu langsung. Cukup melakukan sesi foto dengan berbagai aplikasi yang mempunyai fitur video-call seperti Skype, Zoom, Facetime dan sejenisnya.


Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Sudah lewat tiga bulan pandemi melanda Indonesia. Tanda-tanda kapan ini berakhir, belum terlihat jelas. Sekarang sudah masuk bulan Juni, bulannya Bung Karno. Kelahirannya diperingati tiap 6 Juni. Bung Karno seorang pecinta seni. Dirinya dan seni tak terpisahkan. Dia mengakuinya dalam otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. “Aku bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, karena aku dilahirkan dengan perasaan halus dan darah seni,” kata Bung Karno. Saat kuliah, pria kelahiran Surabaya itu, mengambil jurusan arsitektur. Sebuah jurusan yang lekat dengan seni rupa dan estetika, termasuk pula fotografi.


Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Itulah mengapa seni fotografi dirasa tidaklah sulit untuk menggapai Bung Karno. Selain gagasannya, potret dirinya tetap membuatnya hidup hingga kini. Mulai dari potret masa muda semasa kuliah hingga masa tua ketika dia bertemu dengan berbagai tokoh dunia. Tiap fotonya selalu punya kesan kuat. Dia sepertinya tahu betul kekuatan fotografi mengabadikan momen dan merekam sejarah untuk dinikmati generasi masa depan. Itu pertanda bahwa fotografi juga bagian dari kehidupan Bung Karno saat itu. Tak heran jika kemudian sosok Bung Karno yang terkenal luas dan modern sangat mungkin hidup kembali dalam virtual photoshoot.


Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )
Foto-foto kegiatan Bung Karno yang di foto ulang dengan metode virtual. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
transparant.png
bottom of page