- Amanda Rachmadita
- 7 Okt 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 14 Jan
BERPOSE dengan mengatakan cheese telah menjadi ciri khas budaya foto populer masa kini. Tak heran bila kemudian kata ini umum digunakan untuk mengarahkan orang agar tersenyum saat difoto. Kebiasaan tersenyum di depan kamera mulai muncul pada awal abad ke-20. Sebelum itu, foto-foto yang dipotret pada abad ke-19 umumnya menampilkan wajah-wajah dengan ekspresi serius atau datar dengan tatapan mata yang seringkali kosong.
Di era Victoria, senyum menampilkan gigi saat difoto tak umum untuk dilakukan. Hal ini dianggap tidak sopan bagi orang-orang kalangan atas. Menurut Marcus Collins dalam For the Culture: The Power Behind What We Buy, What We Do, and Who We Want to Be, tersenyum di depan kamera semakin dihindari karena pada masa itu para praktisi seni rupa menganggap bahwa tersenyum adalah sebuah praktik yang hanya dilakukan oleh para petani, pemabuk, atau anak-anak.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












