top of page

Sepenggal Cerita Orang Jawa-Suriname dalam Perang Dunia

Tentara Jawa-Suriname bertempur di Tarakan dan Balikpapan. Setelah lawan Jepang, mereka lawan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang tentara Suriname dalam Perang Dunia II berisi multietnis, termasuk Jawa. Mereka menghadapi Jepang di Kalimantan. (Nationaal Archief/Wikimedia Commons).

27 Des 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 1 Jan

PERANG terkadang mendatangkan keuntungan bagi sebagian orang. Soekardi dari Kediri, Hardjo Soedarmo dari Yogyakarta, Marta dari Banyumas, dan Soedijono dari Semarang yang semuanya berpendidikan rendah bisa jadi tentara. Kenyataan tersebut tak mungkin mereka capai jika Perang Dunia II tidak pecah. Namun, mereka tak berperang untuk mempertahankan tanah kelahiran mereka, Jawa.


Setelah Belanda terlibat dalam Perang Dunia II, nun jauh di Suriname, koloni Kerajaan Belanda di Benua Amerika, pencarian serdadu diadakan oleh militer Belanda. Orang keturunan Afrika, keturunan Belanda, juga keturunan Jawa di sana diterima masuk menjadi tentara.


Banyak orang mendaftarkan diri oleh karenanya. Di antara mereka yang mendaftar menjadi prajurit rendahan itu, ada yang belum lama tiba di Suriname. Umumnya mereka bekerja di perkebunan dan berpendidikan rendah, paling tinggi sekolah setingkat SD. Koran De West, 8 Maret 1943, memberitakan ada puluhan keturunan Jawa yang mendaftar ke komando teritorial Suriname dan sudah mendapat pangkat prajurit infanteri kelas satu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Tenar karena karakter bermain dan gaya rambutnya mirip Maradona. Berhasil bangkit dari keterpurukan pasca-gantung sepatu.
Tenar karena karakter bermain dan gaya rambutnya mirip Maradona. Berhasil bangkit dari keterpurukan pasca-gantung sepatu.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
transparant.png
bottom of page