top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sepenggal Cerita Orang Jawa-Suriname dalam Perang Dunia

Tentara Jawa-Suriname bertempur di Tarakan dan Balikpapan. Setelah lawan Jepang, mereka lawan Belanda.

Oleh :
Historia
26 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Seorang tentara Suriname dalam Perang Dunia II berisi multietnis, termasuk Jawa. Mereka menghadapi Jepang di Kalimantan. (Nationaal Archief/Wikimedia Commons).

Diperbarui: 1 Jan

PERANG terkadang mendatangkan keuntungan bagi sebagian orang. Soekardi dari Kediri, Hardjo Soedarmo dari Yogyakarta, Marta dari Banyumas, dan Soedijono dari Semarang yang semuanya berpendidikan rendah bisa jadi tentara. Kenyataan tersebut tak mungkin mereka capai jika Perang Dunia II tidak pecah. Namun, mereka tak berperang untuk mempertahankan tanah kelahiran mereka, Jawa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Sejak lama, Central Intelligent Agency (CIA) tercatat terlibat dalam beberapa peristiwa sejarah Indonesia. Apa saja?
Prosa Mantri Pustaka

Prosa Mantri Pustaka

Dengan memperkenalkan diri sebagai orang merdeka, murid paling berbakat pujangga Ranggawarsita ini mewarnai masa transisi sastra Jawa, dari tradisi klasik menuju bentuk lebih modern.
Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Terlepas dari kontroversi yang mengelilinginya, dr. Soebandrio pernah jadi diplomat ulung Indonesia di panggung internasional. Tak gentar meladeni Amerika Serikat.
Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Selain sebagai wartawan perempuan pertama, Ruhana Kudus juga seorang pendidik dan penggerak masyarakat. Ia melakukan tiga peran dalam waktu bersamaan untuk memajukan kaum perempuan.
Bapak Persandian Indonesia

Bapak Persandian Indonesia

Roebiono Kertopati dikenal sebagai Bapak Persandian Indonesia. Separuh hidupnya didedikasikan untuk memimpin lembaga sandi negara.
bottom of page