- 27 Des 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 1 Jan
PERANG terkadang mendatangkan keuntungan bagi sebagian orang. Soekardi dari Kediri, Hardjo Soedarmo dari Yogyakarta, Marta dari Banyumas, dan Soedijono dari Semarang yang semuanya berpendidikan rendah bisa jadi tentara. Kenyataan tersebut tak mungkin mereka capai jika Perang Dunia II tidak pecah. Namun, mereka tak berperang untuk mempertahankan tanah kelahiran mereka, Jawa.
Setelah Belanda terlibat dalam Perang Dunia II, nun jauh di Suriname, koloni Kerajaan Belanda di Benua Amerika, pencarian serdadu diadakan oleh militer Belanda. Orang keturunan Afrika, keturunan Belanda, juga keturunan Jawa di sana diterima masuk menjadi tentara.
Banyak orang mendaftarkan diri oleh karenanya. Di antara mereka yang mendaftar menjadi prajurit rendahan itu, ada yang belum lama tiba di Suriname. Umumnya mereka bekerja di perkebunan dan berpendidikan rendah, paling tinggi sekolah setingkat SD. Koran De West, 8 Maret 1943, memberitakan ada puluhan keturunan Jawa yang mendaftar ke komando teritorial Suriname dan sudah mendapat pangkat prajurit infanteri kelas satu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















