- 16 Jul 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
BURUH kontrak atau contractarbeid membuat orang-orang Jawa meninggalkan tanah kelahirannya. Mereka dipekerjakan di perkebunan-perkebunan Belanda di Suriname. Di negeri bekas koloni Belanda yang merdeka pada 1975 itu etnis Jawa membentuk 14% dari seluruh populasi penduduk. Etnis Jawa hidup berdampingan dengan etnis lain seperti Afro Suriname, India, pribumi, Tionghoa, kulit putih, dan lain-lain.
Orang-orang dari Hindia Belanda yang dikirim ke Suriname sebagian besar etnis Jawa. Namun, ada beberapa etnis lain yang turut dalam rombongan. Arsip Nasional Belanda (nationaalarchief.nl) dalam “Javaanse contractarbeiders in Suriname 1890–1930” menyebutkan, “Zij werden Javanen genoemd, ondanks dat ze niet allemaal uit Java kwamen…” (Mereka disebut orang Jawa, meskipun tidak semuanya berasal dari Jawa).
Hein Vruggink dan Johan Sarmo dalam Surinaams-Javaans-Nederlands woordenboek mengutip Register Imigrasi 1983 Paramaribo, menguraikan komposisi etnis dari Hindia Belanda terdiri dari 90% Jawa, 5% Sunda, 0,5% Madura, dan sisanya etnis-etnis dari Batavia yang kurang jelas.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















