top of page

Sejarah Indonesia

Orang Sunda di Suriname

Iding Soemita menjadi pemimpin politik masyarakat Jawa di Suriname. Meski hanya lulus sekolah rakyat, ia mendirikan partai politik Jawa pertama dan berhasil duduk di parlemen.

16 Jul 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Iding Soemita (tengah) sebagai anggota parlemen Suriname di Den Haag, Belanda, 11 Juli 1962. (Arsip Nasional Belanda).

BURUH kontrak atau contractarbeid membuat orang-orang Jawa meninggalkan tanah kelahirannya. Mereka dipekerjakan di perkebunan-perkebunan Belanda di Suriname. Di negeri bekas koloni Belanda yang merdeka pada 1975 itu etnis Jawa membentuk 14% dari seluruh populasi penduduk. Etnis Jawa hidup berdampingan dengan etnis lain seperti Afro Suriname, India, pribumi, Tionghoa, kulit putih, dan lain-lain.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Tedy Jusuf Jenderal Tionghoa

Tedy Jusuf Jenderal Tionghoa

Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
Alex Kawilarang Menolak Disebut Pahlawan

Alex Kawilarang Menolak Disebut Pahlawan

Alex Kawilarang turut berjuang dalam Perang Kemerdekaan dan mendirikan pasukan khusus TNI AD. Mantan atasan Soeharto ini menolak disebut pahlawan karena gelar pahlawan disalahgunakan untuk kepentingan dan pencitraan.
Mengakui Tan Malaka Sebagai Bapak Republik Indonesia

Mengakui Tan Malaka Sebagai Bapak Republik Indonesia

Tan Malaka pertama kali menggagas konsep negara Indonesia dalam risalah Naar de Republik Indonesia. Sejarawan mengusulkan agar negara memformalkan gelar Bapak Republik Indonesia kepada Tan Malaka.
Misi Orde Baru Menggerus PNI dan NU

Misi Orde Baru Menggerus PNI dan NU

Setelah menumpas PKI, rezim Orde Baru kemudian menghabisi PNI dan NU. Dengan begitu Soeharto dapat berkuasa selama tiga dekade.
Dewi Sukarno Setelah G30S

Dewi Sukarno Setelah G30S

Dua pekan pasca-G30S, Dewi Sukarno sempat menjamu istri Jenderal Ahmad Yani. Istri Jepang Sukarno itu kagum pada keteguhan hati janda Pahlawan Revolusi itu.
bottom of page