top of page

Slamet Sarojo, Polisi Jadi Pengusaha

Slamet Sarojo keluar dari polisi agar hidup lebih sejahtera. Pengusaha Sukarnois ini ditahan Orde Baru karena dituduh membiayai PKI.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 11 Feb 2023
  • 3 menit membaca

Banyak anak muda ingin menjadi polisi. Orang tuanya bahkan sampai menjual sawah. Mereka menganggap menjadi polisi sebagai jalan menuju hidup sejahtera. Sekarang mungkin ada benarnya. Namun, dulu tahun 1950-an, Inspektur Polisi Slamet Sarojo merasa hidup mengabdi kepada negara sebagai polisi tidak sejahtera.


Slamet Sarojo lahir di Solo, Jawa Tengah, 21 November 1930. Anak mantri kehutanan ini menjadi sersan dalam Tentara Pelajar Brigade 17 pada masa revolusi kemerdekaan. Setelah revolusi, ia bersama Anton Sudjarwo masuk Akademi Kepolisian di Sukabumi. Namun, pada pertengahan era 1950-an, Slamet memutuskan keluar dari kepolisian untuk berbisnis agar hidup lebih layak. Sementara Anton Sudjarwo kemudian menjadi Kepala Staf Kapolri (1982-1986).


Mula-mula Slamet menjadi agen rokok kretek Tuton Tapen di Semarang. Pemilik pabrik rokok itu, Liem Giat Thiem merasa berutang budi pada Slamet. Pada 1949, Slamet berhasil menangkap perampok pabrik rokok itu. Persahabatan Slamet dengan Liem menentukan kariernya dalam dunia bisnis.


Selain diajari manajemen bisnis, Slamet juga dimodali oleh Liem. Dengan kerja keras dan berhemat, ia kemudian berhasil memupuk modal. Dan ia mulai berpikir, “kalau mau lebih sukses harus terjun ke dunia industri,” kata Slamet Sarojo dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1983–1984. Slamet lalu membangun pabrik Sirlak (campuran pelitur kayu) tahun 1959 di bawah PT Eka Djaja di Semarang. Perlahan-lahan bisnisnya maju.



Slamet Sarojo juga terlibat dalam politik. Koran Angkatan Bersenjata, 4 Juli 1966 menyebut Slamet bersama John Lumingkewas dan Menteri Achmadi sebagai kelompok pendukung Sukarno yang menentang Orde Baru.


Slamet Sarojo juga disebut majalah itu menjabat presiden direktur PD Kalimas yang menyerahkan uang Rp200 juta kepada Hartini, istri Sukarno, untuk mengongkosi gerakan politik Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam Revolusi Belum Selesai, Sukarno menyebut itu fitnah terhadap Hartini.


“Belakangan ada satu pernyataan dari Perusahaan Dagang Kalimas bahwa ia tidak punya seorang presdir bernama Slamet Sarojo,” kata Sukarno yang juga tidak mengenal Slamet Sarojo.


Slamet Sarojo kemudian dipenjarakan sebentar di awal Orde Baru. Setelah dibebaskan, ia kembali ke dunia bisnis.



Slamet Sarojo rupanya masih terhitung keluarga dengan Soedjarwo (1922–2004), yang sejak muda bekerja di sektor kehutanan dan pernah berjuang dalam Batalyon Wanara. Soedjarwo menjadi menteri kehutanandari tahun 1964.Namun, pada 1966 Departemen Kehutanan ditiadakan dan dimasukan ke dalam Departemen Pertanian. Soedjarwo menjadi direktur jenderal kehutanandari 1966 hingga 1983. Setelah itu, ia menjadi menteri hehutanan lagisampai tahun 1988.


Bisnis Slamet Sarojo lalu merambah ke sektor kayu. Pada 1971, ia mendirikan PT Dwimasjaya Utama dengan modal Rp10 miliar untuk mengelola kayu dari hutan Kalimantan Tengah.

Slamet Sarojo kemudian mendirikan PT Bahana Utama Lines, perusahaan yang menjadi pengangkut kayu gelondongan dan kargo umum. Bisnis kayunya telah menyetor pajak sebesar Rp1 miliar kepada negara. Bisnis-bisnis Slamet Sarojo kemudian berada dibawah bendera Dwima Group.



Ketika sudah sukses, Slamet Sarojo tak lupa menolong orang yang senasib dengan dirinya, yakni John Lumingkewas. Seperti Slamet, John juga pernah jadi tahanan, bahkan lebih lama dari Slamet. John Lumingkewas sebelum 1965 adalah pimpinan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang terkait dengan Partai Nasional Indonesia (PNI).


Kala itu, Slamet berkantor di daerah Cempaka Putih,dekat rumah John. Slamet Sarojo, menurut Peter Kasenda dalam John Lumingkewas Merah Darahku Putih Tulangku Pancasila Jiwaku, pernah menawarkan rumah mewah di Pondok Indah.Namun, setelah berkonsultasi dengan istrinya, Betty Pangemanan, John memilih mentahan saja untuk modal usaha. Slametmemberi cek Rp15 juta.


“Kalau kurang minta lagi,” kata Slamet pada John. Menurut Kasenda, Slemat bersimpati pada perjuangan John Lumingkewas yang berseberangan dengan Orde Baru.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pernah menjadi wartawan perang dan penerjemah dalam momen-momen penting sejarah dunia, Sosrokartono yang menguasai banyak bahasa menutup hidup dengan ilmu kebatinan.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
transparant.png
bottom of page