top of page

Soegiono Gugur Waktu G30S

Pahlawan Revolusi ini berlatar belakang perwira tempur. Pernah jadi komandan pasukan elit Banteng Raider.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel (Inf.) Anumerta Soegiono diabadikan dalam sebuah perangko. (Wikimedia Commons).

31 Mei 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 12 Jul

ZAMAN pendudukan Jepang agaknya memberi kesempatan emas pada Soegiono Mangoenwijoto untuk berdarma bakti kepada bangsa. Oleh karenanya, alih-alih menjadi guru seperti ayahnya, pria kelahiran Ponjong, Gunung Kidul, 12 Agustus 1926 ini memilih jadi tentara, profesi yang digandrungi banyak pemuda di masanya. Ia pun masuk tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA) sebagai budancho (komandan regu) yang setara sersan.


Pilihan Soegiono tepat. Hanya berbilang satu-dua tahun setelahnya, Indonesia merdeka. Pengalaman Soegiono pun dibutuhkan bangsa untuk mempertahankan kemerdekaannya. Soegiono tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bergabung dengan badan perjuangan.    


“Sejak tanggal 31 Agustus 1945 ditunjuk sebagai Komandan seksi BKR di Yogyakarta. Pada tanggal 5 Oktober 1945, dengan pangkat Letnan Dua,” catat Pusjarah ABRI dalam Biografi Pahlawan Nasional dari Lingkungan ABRI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Tenar karena karakter bermain dan gaya rambutnya mirip Maradona. Berhasil bangkit dari keterpurukan pasca-gantung sepatu.
Tenar karena karakter bermain dan gaya rambutnya mirip Maradona. Berhasil bangkit dari keterpurukan pasca-gantung sepatu.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
transparant.png
bottom of page