top of page

Soegiono Gugur Waktu G30S

Pahlawan Revolusi ini berlatar belakang perwira tempur. Pernah jadi komandan pasukan elit Banteng Raider.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 31 Mei 2023
  • 2 menit membaca

Zaman pendudukan Jepang agaknya memberi kesempatan emas pada Soegiono Mangoenwijoto untuk berdarma bakti kepada bangsa. Oleh karenanya, alih-alih menjadi guru seperti ayahnya, pria kelahiran Ponjong, Gunung Kidul, 12 Agustus 1926 ini memilih jadi tentara, profesi yang digandrungi banyak pemuda di masanya. Ia pun masuk tentara sukarela Pembela Tanah-air (PETA) sebagai budancho (komandan regu) yang setara sersan.


Pilihan Soegiono tepat. Hanya berbilang satu-dua tahun setelahnya, Indonesia merdeka. Pengalaman Soegiono pun dibutuhkan bangsa untuk mempertahankan kemerdekaannya. Soegiono tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bergabung dengan badan perjuangan.    

“Sejak tanggal 31 Agustus 1945 ditunjuk sebagai Komandan seksi BKR di Yogyakarta. Pada tanggal 5 Oktober 1945, dengan pangkat Letnan Dua,” catat Pusjarah ABRI dalam Biografi Pahlawan Nasional dari Lingkungan ABRI.


Soegiono turut serta dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Setelah 1950, ia meneruskan karier sebagai tentara di Jawa Tengah.



Sekitar 1950, Soegiono pernah jadi komandan Kompi 4 Batalyon 411 Brigade C di Purworejo. Lima tahun kemudian, pangkatnya naik menjadi kapten. Ia kemudian ditugaskan di Batalyon Infanteri 436 di Magelang. Batalyon itu kemudian berkembang menjadi pasukan khusus dengan kemampuan kontra gerilya Jawa Tengah yang dikenal sebagai Banteng Raider I.

Dari Batalyon 436, Soegiono kemudian ditempatkan di Batalyon 441 di Semarang pada 1958. Di sana, Soegiono menjadi wakil komandan batalyonnya. Batalyon ini juga dikenal sebagai Batalyon Banteng Raider III.



Setelah 1961, Mayor Soegiono pindah batalyon lagi. Juga ke Batalyon Banteng Raiders. Kali ini ke Batalyon 454. Batalyon ini adalah Batalyon Banteng Raider II. Di 454, karier Soegiono menanjak sampai menjadi komandan batalyon.


“Sugijono mempunyai andil yang besar pula dalam pembentukan Yon Banteng Raiders di Srondol, Semarang, ketika menjabat sebagai wakil komandan batalyon 441,” kata buku  Monumen Pancasila Çakti.


Setelah bertahun-tahun di Banteng Raiders, Soegiono merasakan juga jadi perwira teritorial. Tak ada lagi kesempatan bagi Soegiono untuk menjadi bintang pertempuran seperti perwira Banteng Raider bernama Untung alias Kusman, yang meraih penghargaan dari presiden usai memimpin regu penerjun di Irian Barat.



Dekade 1960-an menjadi masa di mana Soegiono menjadi komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0718 di Pati dan kemudian sebagai komandan Kodim di Yogyakarta. Seperti di Banteng Raider, semasa menjadi Dandim di Yogyakarta Soegiono bertemu lagi dengan Kolonel Katamso. Katamso menjadi komandan Komando Resort Militer (Korem) 072 Yogyakarta.


Bersama Katamso, Soegiono gugur setelah diculik “rekan-rekannya” yang mendukung G30S pada Oktober 1965. G30S merupakan gerakan sekelompok perwira menengah progresif yang dipimpin Letkol Untung, mantan Banteng Raiders, untuk mengamankan presiden dari kudeta Dewan Jenderal. Soegiono yang kehilangan nyawa akibat gerakan itu lalu diangkat dan  sebagai Pahlawan Revolusi.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jauh sebelum kedatangan Belanda, tradisi literasi masyarakat Betawi telah berkembang pesat. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Purbaya mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Purbaya mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page