- Petrik Matanasi
- 4 Okt 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 14 Jan
TEKANAN membuat orang mesti realistis. Acapkali tekanan membuat orang mesti menyesuaikan diri agar selamat meski harus “berbelok” sedikit, bahkan meninggalkan prinsip hidupnya. Hal itulah yang dialami Tumenggung Soeta Ono di pedalaman Kalimantan.
Laki-laki kelahiran Telang Siong, Kalimantan Tengah, 1822 itu sebetulnya cukup terkemuka di kampungnya yang tidak jauh dari Amuntai, Kalimantan Selatan. Putra pasangan Kalimah dan Suma itu telah dikenal Belanda setidaknya sejak 1861. Ketika usianya masih sekitar 29 tahun, dia terlihat sebagai seorang prajurit rimba yang kokoh dan dianggap sebagai seorang yang cerdas dan disegani.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












