- 15 Feb 2021
- 4 menit membaca
PADA April 1859, pos pertahanan pasukan HIndia Belanda di Pengaron mendapat serangan dari rakyat Benua Ampat. Ratusan orang bergerak menembus benteng Pengaron dan melancarkan tembakan bertubi-tubi. Orang-orang Belanda dibuat tak berkutik. Kejatuhan Pengaron pun tak terelakan. Serangan itu menjadi tanda dimulainya Perang Banjar.
Tidak hanya Pengaron, pusat kekuatan Belanda di Banyu Irang, Bangkal, Gunung Jabuk, Marabahan, serta pulau Petak dan pulau Telo, tidak luput dari serangan dadakan laskar rakyat Banjar. Bahkan benteng di Tabonio dan Martapura mendapat gempuran terbesar dari rakyat Benua Ampat dan Benua Lima. Seluruh pertempuran dilakukan secara serentak. Otak di balik itu semua adalah Pangeran Antasari.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












