top of page

Suara Roestam di Parlemen Belanda

Dia lantang bicara. Dari halaman koran sampai ruangan perlemen Belanda, dia menuntut Indonesia merdeka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Roestam Effendi (kiri). Suasana sidang Majelis Rendah Belanda (Tweede Kamer der Staten General).

29 Apr 2013
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Mei

KEJADIANNYA pada 1935. Entah apa yang berkecamuk dalam pikiran Roestam Effendi kala itu. Usai Ratu Wilhelmina memberikan sambutan, seluruh hadirin bersorak: “Leve Oranje!” Saat itu pula dengan lantangnya Roestam berpekik: “Indonesia Merdeka!” Semua orang panik. Petugas keamanan menyeretnya dan menghajar sampai babak belur.


Tak seperti pemuda pergerakan lainnya, namanya jarang dibicarakan. Namun, dia satu-satunya orang Hindia Belanda yang pernah menjadi anggota Majelis Rendah Belanda (Tweede Kamer der Staten General) di Negeri Belanda mewakili Partai Komunis Belanda.


Roestam lahir di Padang, 13 Mei 1903. Setelah lulus Hogere Kweekschool voor Indlanse Onderwijzers (sekolah tinggi guru untuk guru bumiputra) di Bandung, dia menjadi guru HIS (sekolah dasar) di Siak Sri Indrapura, Riau. Sebelum pergi ke Belanda, dia sempat menjadi kepala sekolah di Adabiah, Padang. Dia merasa memiliki kemerdekaan untuk berbuat, sehingga kala itu dia juga terjun ke dunia politik dan aktif menulis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Kumis dalam sejarah masyarakat Eropa tidak semata-mata selera pribadi, tetapi juga dipengaruhi kontrol sosial hingga citra pahlawan militer yang heroik.
Kumis dalam sejarah masyarakat Eropa tidak semata-mata selera pribadi, tetapi juga dipengaruhi kontrol sosial hingga citra pahlawan militer yang heroik.
Bukan hanya manusia yang perlu disayangi. Bumi juga perlu disayangi.
Bukan hanya manusia yang perlu disayangi. Bumi juga perlu disayangi.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Cita-cita revolusi kemerdekaan Indonesia tak untuk memperlebar jurang orang kaya dan miskin dan mengabaikan hak-hak minoritas.
Cita-cita revolusi kemerdekaan Indonesia tak untuk memperlebar jurang orang kaya dan miskin dan mengabaikan hak-hak minoritas.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
transparant.png
bottom of page