top of page

Sultan Buton Bunuh Diri

Tak sengaja membuat saudaranya terbunuh, raja Buton ini tetap menghukum dirinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 5 Agu 2025
  • 2 menit membaca

JAUH sebelum menjadi raja, pemuda pemberani ini oleh kawan-kawan sekolahnya disapa Raja Afiu. Ia bersekolah di Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) Makassar, sekolah yang mencetak calon pegawai negeri dan dikenal sebagai Sekolah Radja.

 

Namun, Raja Afiu tak sempat lulus. Pada Agustus 1913, ayahnya meninggal dunia. Dia pun sudah dipanggil pulang sebelum menyelesaikan pendidikannya.

 

Setelah pulang, Raja Afiu diangkat menjadi kepala distrik. Sempat juga dia menjadi wakil dari raja Muna.

 

Menurut Sejarah dan Adat FIY Darul Butuni, Buton Volume 3, Raja Afiu kemudian diangkat sebagai sultan Buton ke-36 menggantikan Muh. Ali. Gelar pilihannya Sultan Muh. Syafiul Anaami.


"Pada tahun 1914 La Ode Ahmad meninggal dan jabatan lakina Muna lowong hingga tahun 1919. Pada tahun itu La Ode Afiu, putra La Ode Ahmad, diangkat menjadi lakina Muna. Pada tahun 1922 La Ode Afiu dipilih menjadi Sultan Buton. Tidak ada lakina Muna yang menggantinya, sampai tahun 1926," tulis J. Couvreur dalam Sejarah dan Kebudayaan Kerajaan Muna.

 

Buton adalah salah satu kerajaan berpengaruh di Indonesia Timur. Oleh karenanya, VOC dan Hindia Belanda sebagai penerusnya merasa perlu bersikap baik kepada kerajaan ini.

 

Raja Afiu dikenal sebagai raja yang tegas dalam menjalankan pemerintahannya. Dia baik terhadap abdi kerajaan maupun kepada kontrolir Belanda yang bertugas di Buton. Raja Afiu tak ragu menegur kontrolir Belanda yang dianggap tidak benar kerjanya. Raja Afiu bahkan berani melaporkan kepada atasan si kontrolir yang berkantor di Makassar.

 

Koran-koran Belanda menilai Raja Afiu raja yang baik. Koran Bataviaasch Nieuwsblad tanggal 9 September 1924 dan Deli Courant tanggal 17 September 1924 menyebutnya sebagai raja yang “sangat dihormati. Muda, energik, tegas, dan cerdas, banyak yang diharapkan darinya; ia bersekolah di sekolah yang bagus dan berbicara bahasa Belanda dengan cukup baik.”


Masa depan Buton barangkali penuh harapan ketika di bawah kepemimpinannya. Dan itu bukan tanpa alasan. Sebagai pribadi yang “melek huruf”, Raja Afia mengadakan beberapa perubahan di kerajaannya.

 

Pada 30 Agustus 1924, Raja Afiu bertemu saudara sepupunya yang kepala Distrik Gu, La Ode Abdul Muizu, di Kampung Waara. Ketika itu Raja Afiu sudah melewati tahun kedua pemerintahannya. Dia sengaja mengunjungi sepupunya itu. Ketika itu, Raja Afiu yang sejak bocah dikenal pemberani dan suka berkelahi ini membawa pistol revolver, yang pergantian pelurunya berputar setelah ditembakan.

 

Raja Afiu sedang bermain-main dengan pistol yang ada pelurunya itu. Bataviaasch Nieuwsblad dan Deli Courant memberitakan, pistol itu tiba-tiba meletus. Pelurunya mengenai La Ode Abdul Muizu yang sepupu raja itu. Dengan luka parah yang dideritanya, La Ode Abdul Muizu tak tertolong lagi nyawanya.

 

Alih-alih menutupi kelalaiannya, Raja Afiu sangat merasa bersalah. Tanpa ragu, Raja Afiu pun menghukum dirinya sendiri dengan pistol yang membuat sepupunya terbunuh itu. Sultan Buton pun menembak mukanya sendiri dengan pistol itu.

 

Sontak setelah kematiannya Raja Afiu mendapat semacam pujian. “Ada sesuatu yang istimewa,” dan “penilaian diri seperti itu jarang terjadi di sini,” demikian koran-koran Belanda menuliskannya.


Hingga hari ini, tindakan menghukum diri sendiri oleh seorang penguasa, apalagi yang tiada sengaja diperbuat, bukan menjadi budaya umum di Indonesia. Apa yang dilakukan Raja Afiu sang sultan Buton ke-36 itu disebut sebagai “pasang diri”.*

 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
transparant.png
bottom of page