top of page

Sangadji Wafat Dibunuh Gali

Pendukung kemerdekaan Indonesia sejak muda, A.M. Sangadji justru dibunuh gerombolan orang Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

A.M. Sangadji (duduk ketiga dari kiri) dalam acara peringatan 40 tahun Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Agung, Yogyakarta, 20 Mei 1948. (ANRI).

22 Jul 2025
3 menit membaca

UNTUK ukuran orang kebanyakan di masanya, hidup Abdul Muthalib Sangadji terbilang baik, bahkan amat baik bila dibandingkan umumnya pemuda yang membaca pun belum bisa. Pemuda Sangadji sudah empat tahun bekerja sebagai klerk di Kantor Kontrolir di Saparua, daerah tempat dulu Kapitan Pattimura dan orang-orang Ambon melawan Belanda.

 

Dari kantor Kontrolir, pemuda lulusan SMP kolonial, Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Ambon itu kemudian pindah ke kantor residen. Ijazah MULO yang dimilikinya, yang masih merupakan “barang” elite buat mayoritas orang Indonesia di awal abad ke-20, membuatnya cukup dihormati di Saparua.

 

Sebagai orang terpelajar, Sangadji mengamati perkembangan politik Hindia Belanda. Dia tertarik dengan pergerakan Sarekat Islam dan kemudian bergabung di dalamnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page