top of page

Sultan Hamengkubuwono IX dan Skripsinya

Sedang mengerjakan skripsi, Sultan Hamengkubuwono IX dipanggil pulang karena perang. Berniat akan menyelesaikan, skripsinya malah disita tentara Belanda. Lulus dengan ijazah khusus.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sultan Hamengkubuwono IX berjabat tangan dengan A.H.J. Lovink, wakil Belanda, dalam penandatanganan pengakuan kedaulatan Indonesia di Istana Negara, 27 Desember 1949. (ANRI).

16 Agu 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Apr

SETELAH lulus HBS (Hogere Burgerschool) di Bandung, pada Maret 1930, Gusti Raden Mas Dorodjatun berangkat ke Negeri Belanda untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebelumnya, dia masuk sekolah Gymnasium di Haarlem, karena perbedaan mutu pendidikan sekolah menengah dengan di Hindia Belanda, sehingga dia baru lulus pada 1934.


Henkie, panggilannya, kemudian melanjutkan ke jurusan Indologi di Universitas Leiden, universitas tertua dan terkemuka. Orang-orang Belanda yang akan bekerja di pemerintahan Hindia Belanda biasanya mengambil jurusan Indologi. Di samping kuliah, Henkie bergabung dalam organisasi mahasiswa, seperti Leidse Studentencorps, Verenigde Faculteiten, dan Minerva.


Henkie berhasil lulus dengan baik dalam candidaats-examen tahun 1937. Dia mendapat ijazah candidaat Indologi sehingga boleh melanjutkan pada tingkat doktoral (sarjana lengkap). Pada tahap ini, dia mengambil vak ekonomi sebagai mata kuliah pilihan, di samping beberapa vak penting lainnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page