top of page

Tamatnya Armada Jepang di Filipina (Bagian I)

Ketika armada Jepang sudah mulai pincang, tibalah pada suatu titik dramatis satu gugus tempurnya terpaksa jadi umpan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi kapal penjelajah "Atago" yang terbakar usai terkena torpedo kasel di Selat Palawan (Jim Laurier/ospreypublishing.com)

23 Okt 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 27 Apr

TANPA peralatan radar yang memadai dan perlindungan udara, rombongan kapal perang dalam armada pimpinan Laksamana Madya Takeo Kurita bersiaga penuh saat melintasi Selat Palawan, Filipina sekitar pukul 1 dini hari, 23 Oktober 1944. Mereka berlindung di balik kegelapan malam. Namun tanpa disadari, mereka dikuntit dua kapal selam Amerika Serikat. 


Nama Laksdya Kurita tak asing karena ia pernah melumpuhkan Sekutu di Pertempuran Selat Sunda (28 Februari-1 Maret 1942). Ia juga terlibat di Pertempuran Midway (4-7 Juni 1942) yang jadi awal kemunduran superioritas Jepang di Pasifik. 


Sebelumnya, Laksdya Kurita memimpin Central Force atau rombongan utama Armada Gabungan Kaigun (Angkatan Laut/AL Jepang) berangkat dari Brunei pada 22 Oktober 1944 malam menuju perairan Filipina atas perintah Panglima Armada Gabungan Laksamana Soemu Toyoda yang melancarkan empat Operasi Sho-Go”. Walau jadi rombongan utama, Kurita hanya membawa 10 kapal penjelajah berat, dua penjelajah ringan, 15 kapal perusak, serta lima kapal tempur, termasuk kapal perang super Yamato. Kurita sendiri berkedudukan di kapal penjelajah berat Atago yang jadi flag ship. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
transparant.png
bottom of page