top of page

Ted Lurie, Jurnalis Israel yang Masuk ke Istana Merdeka

Ted Lurie disebut sebagai orang Israel pertama yang terang-terangan masuk ke Indonesia, bahkan istana kepresidenan. Hampir mengancam hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara sahabat Timur Tengah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ted Lurie (paling kanan), jurnalis Jerusalem Post, yang pernah masuk ke Istana Merdeka pada 1971. Sumber: Jerusalem Post.

10 Jul 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

JENDERAL Yoga Sugama, salah satu pentolan intel kepercayaan Presiden Soeharto, suatu kali berang ketika mendengar kabar jurnalis Israel masuk ke Istana Merdeka. Meski saat itu bertugas sebagai wakil tetap Indonesia untuk PBB, Yoga tak terima jaringan intelijen Indonesia disebut kecolongan apalagi lemah. Muntabnya sang jenderal berkaitan dengan keberadaan seorang wartawan Israel di Indonesia yang menghadiri acara organisasi pers Asia pada akhir Agustus 1971.


“Yang terang, wartawan Israel tersebut pasti tidak memakai paspor Israel, kalau memakai paspor tersebut, pasti pejabat-pejabat Indonesia tidak mengizinkannya masuk ke Indonesia,” kata Yoga seperti dikutip harian Merdeka, 3 September 1971.


Ted Lurie, pemimpin redaksi Jerusalem Post, adalah wartawan Israel yang pernah bikin geger dunia diplomatik Indonesia. Menilik rekam jejaknya dalam khazanah pers Israel, Lurie bukanlah jurnalis sembarangan. Buletin harian terbitan Jewish Telegraphic Agency, edisi 3 Juni 1974, menyebit Lurie seorang pelopor pers di Israel yang lahir di New York pada 1909 dan lulus dari Cornel University pada 1930. Setelahnya, Lurie berimigrasi ke Palestina untuk menekuni pekerjaan jurnalistik di harian berbahasa Inggris Palestine Post.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page